Minggu, 17 Mei 2015

Kekasihku, mari kita sama-sama mencari keberadaan kita

Selamat pagi kekasih masa depanku

Sekarang aku sedang mengistirahatkan diri di depan laptop setelah kelelahan karena mendo'akanmu dengan penuh kerja keras :)

Kembali, aku belum tidur sedari tadi malam. Aku sibuk mengerjakan gamtek dan membungkus makanan-makanan ringan yg akan ku jual untuk menunjang keperluan hidupku di Bandung. Aku tidak tau apakah kau juga sudah tidur atau pun belum, semoga kamu sudah menunaikan kewajibanmu shubuh ini. Jangan tidur lagi yah, nanti merem.

Kamu tau ga? ada kabar bahwa hari ini dosen matematika ga bakal masuk, jadi aku punya banyak waktu untuk nyuci dan mengerjakan tugas yang belum selesai. Semoga kamu juga mendapatkan hal yang spesial di hari senin yang bahagia ini yah.

Kadang aku berpikir betapa gila nya aku menulis seperti ini untuk orang yg belum jelas. Kamu mikir aku gila gak sih? Tapi sebenarnya aku sedang melatih diriku sendiri. Asal kau tau, setelah aku menelan kepahitan beberapa tahun lalu. Sensifitasku terhadap perempuan menjadi hilang. Aku jadi ga tau caranya PDKT, bahkan kepada beberapa cewe aku bilang blak-blakan bahwa aku suka sama dia. Tanpa modus, tanpa PDKT. Jadi banyak dari mereka yang menganggap aku ini ga serius.

Aku juga jadi kikuk saat dekat dengan cewe yg aku suka. Saat aku ingin memulai percakapan sama si dia, aku akan diem, menahan nafas dan ngeden. Aku emang kampret.

Aku juga jadi gampang minder, karena rasa percaya diriku sudah di bakar habis oleh masa laluku. Orang yg aku anggap mencintai aku apa adanya ternyata lebih memilih keberadaan di orang lain. Sampai sekarang masih belum ada yang bisa mengembalikan rasa percaya diri itu. Aku selalu menganggap diriku kurang dan menyalahkan diri sendiri. Hingga pada akhirnya aku tidak pernah berani mencintai seseorang terlalu jauh, karena aku takut hal itu terjadi lagi.

Kepergian dia telah menimbulkan trauma dalam diriku yang mungkin hanya kamu yg bisa menyembuhkannya, masa depanku.

Padahal aku ini hebat loh. Aku ini menakjubkan dan aku bersyukur atas hal itu.

Karena hal itu, aku sedang belajar banyak hal,

Aku sedang belajar mendalami karakter bernyanyiku, biar suaraku ini menjadi satu karakter yg hanya aku yg punya. Aku juga mulai menulis lagu loh. Siapa tau suatu saat namaku bisa sebesar nama Ariel, Tompi, Glenn Fredly dan Sandy Sondoro.

Aku juga sedang mendalami tehnik-tehnik bermain gitar, agar skill ku bisa lebih bagus. Siapa tau skill bermain gitarku sama kaya sung ha jung. Kan gokil.

Aku juga sedang belajar banyak menulis, siapa tau suatu saat nanti aku bisa jadi penulis yang terkenal. Aku bisa mengubah dunia dengan kata-kata. Seperti J.K Rowling,John Green dan Raditya Dika.

Aku pun sedang belajar jadi comic, meskipun jarang open mic, karena ... ya kau tau lah, aku ga punya motor dan aku malu jika harus minjem ke temen, karena mereka juga punya urusan masing-masing. Naek angkot pun terasa sayang, karena biaya yg di pakai utk naek angkot itu bisa di pakai untuk makan. Haha. Tapi nanti-nanti aku akan rajin open mic ko.

Aku juga sekarang udah mulai jualan lagi. Aku ga bisa bergantung terus sama orang tua dan memang dalam keadaan seperti ini aku ga bisa selamanya minta ke mereka. Soalnya mereka pun punya tanggungan adik-adikku yg masih pada kecil dan masih suka jajan. Aku jualan snack kecil-kecilan, tapi siapa tau suatu saat aku bisa sukses dengan hal kecil ini.

Kekasihku, meskipun saat ini aku bukan apa-apa dan tidak berlimpah harta seperti yang kebanyakan wanita dambakan. Namun, siapa yang tau besok atau lusa nasibku bisa berubah. Karena aku punya keyakinan,mimpi dan Alloh SWT. Bagiku, jika suatu saat aku sukses karena usahaku, uang yg aku dapatkan hanyalah bonus, yang mungkin akan ku bagikan lagi kepada orang yg tak mampu, karena aku tau persis bagaimana rasanya ga punya uang. Haha.

Ini jadi pelajaran juga buat kamu. Jika seandainya kau ingin menemukanku, lihatlah kandungan emas permata dalam diri aku. Bukan gunung yang sulit kau daki dan taklukkan. Gali diriku, bukan berdiri di atas kepalaku untuk sekedar melihat keindahan yg fana. Disituah kau akan temukan aku yg sejati.

Kekasihku, mari kita sama-sama mencari keberadaan kita. Agar kita punya waktu banyak untuk belajar memahami satu sama lain.
I Love You.

Selamat pagi. Sukses yah menjalani hari ini nya.

Kamis, 14 Mei 2015

Untukmu masa depanku

Jam 04.57 WIB

Di pagi yg sepagi ini, baru saja ku tunaikan berjamaah dalam shubuhku.

Aku kembali ingin menulis surat kepadamu wahai masa depanku.

Hai. Apakah kamu sudah bangun dari tidur mu? Bangunlah. Sayang jika pagi ini harus kau lewatkan. Karena langitnya lagi asik.

Aku belum tidur. Semalam aku begadang karena memang tidak bisa tidur. Ada banyak keresahan yg menyelimuti hati dan sebenarnya ingin aku ceritakan padamu tapi aku masih belum berani sekarang. Nanti saja.

Dimanapun kamu sekarang, semoga kita masih di bawah satu langit yg sama. Aku takut kamu adalah alien yg berbeda langit denganku. Semoga tidak yah.

Jika sampai saat ini kita belum di pertemukan, lalu suatu saat kita di pertemukan, aku ingin kau menemukanku dalam keadaan baik. Hari ini aku masih nakal. Masih belum pantas untuk mendampingimu. Apalagi menuntunmu menuju surga-Nya.

Jika sekarang kau sudah menemukanku namun belum ada jalan. Aku harap masing-masing dari kita saling membuat jalan untuk bertemu. Agar penantian panjang ini tidak bertepuk sebelah tangan.

Meskipun aku sekarang belum jadi apa-apa, tapi mencintaimu itu layaknya sepak bola, totalitas tanpa batas. Aku yakin jika seandainya kita bertemu, kita akan mendewasa bersama dalam balutan tawa dan bahagia. Meskipun tak ku pungkiri bahwa nantinya akan ada banyak masalah yg menghampiri hubungan kita. Tapi, its oke lah. Selama aku sama kamu. Aku akan mempertahankan kamu. Akan ku buat masalah itu untuk mendewasakan kita, bukan penghancur hubungan. Gokil.

Aku bisa berkata seperti ini karena aku yakin, wanita yg akan bertahan dengan segala keegoisan aku, wanita yg akan mengusap setiap peluh saat aku lelah, wanita yg akan duduk denganku di depan penghulu, wanita yg akan menghiasi hari-hariku dengan do'a dan wanita yg menyediakan teh manis sebelum pergi bekerja adalah wanita paling sederhana namun memiliki hati yg paling kaya. Wanita itu adalah kamu.

Ya udah. Aku mau tidur dulu. Mengganti kuota tidur yang tadi terpakai.
Semoga harimu menyenangkan. Jangan lupa senyum yah.
Selamat pagi :)

Wanita yg menjadi ridhonya Alloh

Selamat malam manusia.

Ini adalah hari kamis yg bahagia, karena libur. Seharian ini gue cuma diem depan laptop sambil dengerin suara merdunya Arina Ephipania yang merupakan vokalis mocca. Meskipun gue jomblo, tapi gue punya singer pribadi. Indahnya hidup gue.

Udah lumayan lama gue ga nulis tentang hal-hal serius. Gue kehabisan topik untuk di tulis. Soalnya topiknya udah gue jual ke tukang loak. Haha. Tapi hari ini gue udah dapet topik dan gue udah tau apa yang harus gue tulis. Gue akan membicarakan tentang ibu. Siap-siap tissue.

Kodrat kita sebagai manusia adalah hal terbaik yang harus kita syukuri. Karena manusia adalah mahluk ciptaan-Nya yg paling mulia. Manusia tidak seperti mahluk tuhan yang lain, manusia bisa menjalani hidupnya dengan kehendaknya sendiri. Mau jadi baik atau buruk itu terserah pada manusia itu sendiri. Tidak seperti malaikat dan setan. Malaikat di set oleh tuhan hanya untuk beribadah, tidak mungkin malaikat melakukan dosa. Begitupun dengan setan, mereka di set hanya untuk mendosakan manusia. Kayanya ga ada deh setan yg membuat manusia terjerumus ke dalam jalan yg benar.

Manusia di ciptakan oleh tuhan tidak langsung di kirim dari langit terus hidup, namun melalui proses panjang. Manusia tidak lahir dari batu atau pohon toge. Tapi manusia pada prosesnya terjadi karena pertemuan satu manusia dengan manusia lainnya dengan jenis kelamin yang berbeda, iya, mereka adalah Ayah dan Ibu kita. Ibu kita pun tidak tiba-tiba langsung hamil terus ngelahirin dalam jangka waktu 1 jam, ini bikin manusia, bukan bikin BPKB.

Butuh proses yang panjang untuk menjadikan kita sebagai seorang manusia. Mulai dari bertemunya sel sperma dengan ovum. Terus sperma itu menjadi zigot, terus berkembang sampai kepala kita mulai keliatan lalu tangan kaki mulai terbentuk, setelah itu jantung kita mulai berdenyut, lalu kita mulai menendang-nendang ke permukaan, mengkomunikasikan bahwa kita yg saat itu ada dalam rahim telah siap menjadi anak. Setelah 9 bulan kita tinggal di alam rahim, lalu kita lahir ke dunia, melihat sinar lampu untuk pertama kalinya, melihat orang-orang bahagia dan mendengar senandung adzan di telinga.

Namun, kita menangis karena mungkin waktu itu kita masih asing dengan ibu bidan dan benda-benda kedokteran yg lain. Belum tau rasanya nyaman. Lalu kita yg mungil di gendong dan di berikan ke pada ibu kita dan terlelap dalam dekapannya. Dialah ibu, wanita tangguh yg pertama kali mengajarkan rasa nyaman. Cie ibu.

Lalu kita tumbuh menjadi balita. Yang menangis di malam hari saat ibu sedang nyenyak tertidur. Yang berak saat ibu lagi enak-enaknya makan. Yang menyuci semua pakaian, menyuapi kita saat kita lapar. Siang dan malam.

Lalu kita masuk sekolah. Kita mulai beradaptasi dengan teman-teman kita. Lalu semakin besar kita jadi sering main dan lupa waktu. Sampai lupa kalo di rumah ada yang sedang cemas menantikan kepulangan kita.
Kita jadi sering makan di luar dan menghabiskan uang untuk makanan yg sebenarnya bisa di dapatkan di rumah.
Padahal, saat kuliah seperti ini, makanan rumahlah yang paling dirindukan. Meskipun itu hanya jengkol dan sambel terasi.

Semakin besar kita semakin menyusahkan dia.

Namun kemurnian hati seorang ibu adalah mutlak. Tak sedikitpun dendam dalam dirinya meskipun banyak luka di hatinya. Tak sedikitpun ada pikiran untuk membiarkan anaknya sengsara meskipun dia telah banyak menelan kekecewaan.

Ibu tidak seperti wanita lainnya yang tetap bertahan memberikan yang terbaik meskipun banyak terluka.
Ibu tidak seperti wanita lainnya yang suka jajan dan memuaskan hasrat shopping nya. Dia lebih memilih lapar asal anaknya bisa makan. Dia lebih memilih berpakaian seadanya asal anaknya tidak malu di depan teman-temannya.
Ibu tidak seperti wanita lainnya yang akan meninggalkan jika ada yg lebih baik. Dia akan menerima kita apa adanya, dia akan melindungi keburukan kita, menjadi cahaya saat kita gelap hati dan menjadi peneduh saat kita sedang dirundung gersangnya masalah. Belom pernah gue dengar ada ibu yang selingkuh ke anak yang lain.
Ibu tidak seperti wanita lainnya yang mencintai namun berharap dicintai. Yang memberi namun berharap di balas. Ibu mencintai dengan hati yang masih sama seperti saat pertama kita di lahirkan. Dia selalu bahagia melihat kita sebahagia saat dia positif hamil.
Ibu tidak seperti wanita yang lain yang merengek meminta Gadget baru. Dia akan senang dengan handphone nokia yang ringtone nya masih mozart.

Yang terpenting bagi dia adalah dunia nya, yaitu kita.
Dia tidak ingin dunianya kiamat. Dia ingin dunianya makmur dan subur berlimpah intan permata. Penduduk nya aman. Hutannya sehat. Lapisan ozonnya tidak bolong-bolong. Kaya akan oksigen dan lautnya kaya akan ikan.

Dia ingin dunia nya mejadi planet yg paling bersinar diantara jutaan planet di semesta yg bernama bumi.

Dia ingin kita menjadi orang yg hebat. Matang secara mental dan fisik. Bahagia dengan pasangan yang sejalan.

Dia akan tersenyum melihat kita bahagia. Karena dia telah menaruhkan seluruh kebahagiaannya pada kebahagiaan kita. Seluruh rasa kenyangnya pada perut kita dan seluruh jiwanya pada jiwa kita.

Gue sebagai anak masih belum bisa membahagiakan dia. Masih suka bandel dan bikin kesel. Masih suka bikin dia cemas dan khawatir. Masih suka ngelanggar pepatahnya. Masih suka lupa ngabarin.

Namun, dalam hati seorang anak gendut yang menyebalkan ini, ada angan untuk membuatmu melihat ka'bah secara dekat. Berwukuf disana dengan suami tercinta, menginap di padang arafah, melihat bintang disana dan mendo'akan adik-adikku agar menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara.

Meskipun kita bukan keluarga yang berada. Namun kau telah menwariskanku semangat,kesederhanaan dan keyakinan pada Alloh SWT. Terimakasih telah menjadikanku Islam,bu. Terimakasih telah memberikanku semangat agar aku tetap bertahan dalam keadaan ini. Terimakasih telah membekali aku dengan nasihat. Terimakasih untuk segalanya. Do'akan aku terus. Insyaalloh, aku akan sukses.

Maaf bila aku masih menyebalkan. Mungkin itulah hakikatnya seorang anak.

Semoga sampai umurku dan umurmu pada setiap harapan itu. Amin.


Selamat malam,bu.

Selasa, 12 Mei 2015

aku ingin berbohong padamu

Kepadamu dengan penuh jerih payah.

Selamat malam pujaan hati. Semoga kamu selalu dalam keadaan bahagia.

Tak sempat aku sampaikan bahwa aku benar-benar mencintaimu. Sekujur tubuhku kaku saat melihat eloknya parasmu itu. Tak bisa aku bayangkan jika harus bercakap-cakap denganmu, mungkin sejenak aku akan mati suri.

Aku kikuk saat di depan kamu. Aku tak bisa jadi cowo biasa aja yang ngajak kamu ngobrol. Seluruh isi di otakku menghilang, tersesakkan oleh namamu. Tak bisa aku sangkal bahwa aku memang benar-benar telah jatuh dalam simfoni kekagumanku padamu.

Namun, cinta tinggalah cinta bagi orang sepertiku. Aku tidak seperti teman-temanku yang dengan mudah mendapatkan orang yang dia suka. Aku berbeda.

Cinta itu bisa di perjuangkan jika aku sudah memapankan hidupku.

Kadang aku iri betul sama mereka yang tinggal bonceng gebetannya pulang, beliin boneka, ajak nonton ke 21 udah gitu jadian. Tak bisa aku seperti itu. Aku hanya lelaki biasa dengan sepatu yang bolong di telapaknya. Indah nian hidup mereka yah.

Pujaan hatiku, aku cerita begini bukan karena ingin kau kasihani. Aku cerita begini karena itulah hakikatnya kamu harus tau bahwa mencintai kamu itu tidak gampang jika aku belum ber-uang. Tak apa jika kau memilih kepada lelaki yang lebih punya banyak barang milik orang tuanya. Aku akan bahagia jika aku terluka oleh hal itu.

Terakhir, aku ingin berbohong padamu.

Sumpah, aku tidak mencintaimu.

Semoga kamu selalu ada dalam lindungan-Nya.

Selamat malam.

Senin, 11 Mei 2015

Jangan di baca, ga jelas

Selamat malam perindu.

Malam ini gue mengalami kekacauan hidup dan kekacauan hati. Hidup gue gak teratur dan jadwal tidur berantakan. Sampe-sampe kuliah kesiangan terus. Entahlah, hidup ini seolah menuntut gue untuk selalu kerja keras namun dengan hal-hal bodoh.

Gue jadi urakan, gak terurus dan ga ada keren-kerennya. Gue patah hati namun ga patah hati. Gue ngerasa labil namun ga labil. Gue jadi aneh sekarang. Kayanya tinggal nunggu penjaga rumah sakit jiwa buat ngejemput gue dengan traktor.

Saat ini gue lagi gak karuan. Pengen ngebacot sampe semua cacing keluar dari perut gue. Terus di beli sama tukang sate udah gitu hulk menghancurkan gate way karena gak dapet tanda tangan ridwan kamil. Gue pengen kue cubit yang dibikin sama scarlett johannson, biar ada manis-manisnya gitu.

Lalu di dalam keadaan seperti ini lapisan kulit terluar gue sedang mengeluarkan keringat yg berasal dari kelenjar keringat dan etilen glikol untuk pembuatan serat poliester. Gue benci hidup gue, karena manusia selalu pengen deket sama iron man dan menjadi penari latar di film kuch-kuch hotta hai, padahal kan film itu di produksi tahun 1995, gila waktu itu gue baru umur 1 tahun.

Gue jadi inget bagaimana saat pertama kali jadi tukang sabun muka, rasanya kaya smitch di film ganteng-ganteng tukang bubur. Gue ngerasa kalo zombie adalah mahluk hidup yang sedikit bulu dan tak bernyawa. Sama kaya gue saat tau kalo gue bukan yang terbaik buat lo.

Entah mengapa elektron selalu menjadi netral karena adanya proton, padahal kan proton itu selalu menjadi pengoksidasi yang jahat. Tidak bisa menjadi elemen yang di kendalikan sama avatar the legend of aang. Andai gue punya motor, pasti gue udah dapet cewe. Minimal cantik lah. Tapi karena gue harus berjuang menjadi gelandang serang dalam getirnya pertarungan antara batman dan superman, jadi gue ga bisa makan sosis tanpa sendok. Gue pengen jatuh cinta lagi, namun gue selalu dipaksa bangun sama cewe yg gue cintai.

Lo rasis anjir.

Kalo misalkan besok matahari masih senyum, berarti tukang gorengan akan selalu ada di pasar jembar. Kalo pasar jembar punya tukang ayam, maka dia adalah mutan yang bisa merubah semut menjadi ayam. Jadi sebenarnya kita itu makan semut, bukan ayam.

Gue benci hidup gue, gue itu orang plin plan yang paling absurd di dunia. Gue ga bisa memimpin diri gue sendiri. Gue hilang arah tanpa pasangan. Gue frustasi dalam kesendirian. Gue selalu dianggap sebagai sapi yang di dandanin kaya badut. Gue mau jadi ikan paus aja.

Kalo misalkan gue ganteng, mungkin orang-orang akan menganggap gue operasi pelastik, padahal kan iya. Gue pengen marah-marahin si katnis ebendeen karena dia suka maen panah, padahal kan ketapel lebih seru. Kalo ketapel di makan kan jadi jambu biji.

Manusia adalah mahluk hidup yang menyebalkan, hanya bisa mengkritik namun tidak memberi solusi. Orang yg bisanya cuma ngomong namun ga bisa apa-apa pas di kasih masalah. Gue pengen punya bank sendiri, biar bisa korupsi. Kalo misalkan koruptor sekarang di tangkep, kenapa nenek-nenek yang cuma maling singkong di tangkep juga. Padahal kan kalo misalkan lo mau baik, mending kasih makan tuh nenek. Iya ga?

Dasar pemerintah durhaka. Nanti dikutuk jadi WC duduk loh.

Intinya, jangan pernah menyia-nyiakan kebahagiaan yang sedang di rasakan. Karena, akan ada saat kita menyesal karena kebahagiaan itu pergi dan tak kunjung datang lagi.

Wassalam.