Lahir sebagai pria yang dibesarkan di lingkungan beragama namun kurang terbuka terhadap hal-hal lain menjadikan gue orang yang tumbuh atas ketakutan dunia karena semua dosa yang di buat pasti akan di balas, namun kebaikan yang di kerjakan belum tentu di catat. Ironis banget.
Aku harus sukarela untuk menganggap semua yang baik-baik itu datangnya dari tuhan dan aku di kutuk atas hal-hal yang buruk. Aku tidak tau batas baik dan buruknya dan itu menjadi sala satu hal yang membuat aku merasa buruk terus, sehingga ketika ada cobaan atau hal buruk terjadi, aku merasa pantas mendapatkannya karena Tuhan tidak suka aku.
Aku jadi meninggalkan ibadah dan tidak mau terlalu terikat dengan tuhan karena aku tidak mau apapun baik dan buruk di kaitkan dengan tuhan. Saat kita sedang terpuruk, tuhan selalu bilang kalo akan ada kemudahan lah, ini lah, itu lah, padahal sebenernya di buat simpel aja, kalo gak mau bantu gak usah janji akan bantu atau mengelak karena ini adalah bentuk cobaan dan seolah seolah sengaja bla ba bla. Persis seperti kebohongan2 kakak kelas yang ingin ngebully tapi mengatasnamakan pendidikan atau ngasih tau kebenaran.
Dalam hal ini, Tuhan menjadi sangat Moody. Ketika mau nolong ia sangat baik, tapi ketika gak mau nolong, tidak ada sinarnya yang meneduhkan embun pagi. Ia membakar. Jadi aku ingin jauh saja, aku ingin menumpukan hidupku pada diriku saja.
Ini sangat menganggu hidupku, karena dari dulu aku selalu di ajarkan untuk takut pada tuhan, doktrin lain tuhan itu sangat baik bahkan dekat dengan urat nadi. Lalu, Tuhan mana yang dekat dengan urat nadi tapi membiarkan hambanya kelaparan? Apa gak ngerasa atau memiliki perasaan.
Aku menganggap Tuhan seperti pemerintah. Ia tidak akan mampu melihat ke akar rumput, karena kedudukannya sudah tinggi dan jauh dari penderitaan. Aku sadar dan tau kalo struktur sosial itu semakin jauh semakin gak bisa merasakan
Tuhan bersemayam jauh di atas sana, kita di bawah hanya di berikan harapan kalo nanti ia akan menolong asal menyerah dan berpasrah, padahal kelihatan saja tidak. Ia membiarkan air mata hambanya mengasinkan lautan, orang yang berdo'a padanya bertahun-tahun masih di biarkan begitu saja.
Semoga Tuhan mood nya selalu bagus. Karena cuma itu harapan kita