Kamis, 01 Januari 2026

Tuhan sangat moody

Lahir sebagai pria yang dibesarkan di lingkungan beragama namun kurang terbuka terhadap hal-hal lain menjadikan gue orang yang tumbuh atas ketakutan dunia karena semua dosa yang di buat pasti akan di balas, namun kebaikan yang di kerjakan belum tentu di catat. Ironis banget.

Aku harus sukarela untuk menganggap semua yang baik-baik itu datangnya dari tuhan dan aku di kutuk atas hal-hal yang buruk. Aku tidak tau batas baik dan buruknya dan itu menjadi sala satu hal yang membuat aku merasa buruk terus, sehingga ketika ada cobaan atau hal buruk terjadi, aku merasa pantas mendapatkannya karena Tuhan tidak suka aku.

Aku jadi meninggalkan ibadah dan tidak mau terlalu terikat dengan tuhan karena aku tidak mau apapun baik dan buruk di kaitkan dengan tuhan. Saat kita sedang terpuruk, tuhan selalu bilang kalo akan ada kemudahan lah, ini lah, itu lah, padahal sebenernya di buat simpel aja, kalo gak mau bantu gak usah janji akan bantu atau mengelak karena ini adalah bentuk cobaan dan seolah seolah sengaja bla ba bla. Persis seperti kebohongan2 kakak kelas yang ingin ngebully tapi mengatasnamakan pendidikan atau ngasih tau kebenaran.

Dalam hal ini, Tuhan menjadi sangat Moody. Ketika mau nolong ia sangat baik, tapi ketika gak mau nolong, tidak ada sinarnya yang meneduhkan embun pagi. Ia membakar. Jadi aku ingin jauh saja, aku ingin menumpukan hidupku pada diriku saja.

Ini sangat menganggu hidupku, karena dari dulu aku selalu di ajarkan untuk takut pada tuhan, doktrin lain tuhan itu sangat baik bahkan dekat dengan urat nadi. Lalu, Tuhan mana yang dekat dengan urat nadi tapi membiarkan hambanya kelaparan? Apa gak ngerasa atau memiliki perasaan.

Aku menganggap Tuhan seperti pemerintah. Ia tidak akan mampu melihat ke akar rumput, karena kedudukannya sudah tinggi dan jauh dari penderitaan. Aku sadar dan tau kalo struktur sosial itu semakin jauh semakin gak bisa merasakan

Tuhan bersemayam jauh di atas sana, kita di bawah hanya di berikan harapan kalo nanti ia akan menolong asal menyerah dan berpasrah, padahal kelihatan saja tidak. Ia membiarkan air mata hambanya mengasinkan lautan, orang yang berdo'a padanya bertahun-tahun masih di biarkan begitu saja.

Semoga Tuhan mood nya selalu bagus. Karena cuma itu harapan kita



Senin, 11 Agustus 2025

Tuhan, ibadahku hanya untuk meminta uang darimu

Surat ini aku tulis sebagai penghambaanku yang Maha Kurang, terhadap Tuhan yang Maha Kaya. Tuhan, aku tulis surat ini karena aku miskin dunia.

Terlihat dan terkesan sangat duniawi. Ya, realitanya adalah jika kau tidak punya uang maka kau tidak punya harga diri. Berat sekali membeli harga diri tanpa uang, di rendahkan, di ragukan. Uang banyak masih tidak cukup, uang sedikit tetap harus mencukupi. Tuhan, apakah ibadahku, hanya untuk meminta uang kepada-Mu yang tidak pernah aku merasa tercukupi?

Seorang pria yang menjadi generasi sandwich, orang tua tak berdaya, adik masih kecil semua, pasangan standar hidup tinggi, aku belum selesai dengan diriku, bagian mana yang harus ku tutupi dengan uangku yang kecil, pasti akan menimbulkan konflik.

Aku banyak menelan kepahitan, bahkan di kerjaan aku seperti orang yang tak ada harga diri, aku hanya membiarkan orang lain menginjak-nginjakku, hanya untuk sesuap nasi. Apakah ini tuhan yang ingin kau tunjukan, apakah ini kuasa-Mu yang membuat aku harus terhina seperti ini?

Aku hanya ingin menunjukan kalo aku sedang benar-benar kebingungan dan ketakutan akan masa yang datang diamana aku mati sebagai orang yang tidak berguna karena terlalu banyak uang yang harus aku tutupi dan pembiayaannya. Aku sempat tak percaya padamu karena kau membiarkanku dalam kesengsaraan, bahkan ibuku yang rajin ibadah kepadamu, kau biarkan miskin begitu saja. Kau tak kasih kehidupan dunia yang layak padanya. Ayahku kau buat tak berdaya, tak bisa cari uang, bahkan aku yang harus mengcovernya, pasanganku kau buat tinggi gaya hidupnya, sehingga uang yang menurutku banyak dia anggap sedikit. Sedangkan aku? Aku babak belur tuhan, aku babak belur. Kau tidak akan merasakan, karena engkau adalah Tuhan. Tak merasakan pedih,sedih,terluka,kecewa,bingung perasaan-perasaan yang aku rasakan sebagai manusia yang Maha Hina ini.

Bagaimana caraku mendapatkan uang itu Tuhan? Apakah kau tidak kasihan kepadaku? Aku ingin curhat dan berhadapan denganmu tuhan, aku tidak punya siapa-siapa sekarang, aku akan menikah dan masih kurang 15 juta aku bingung Tuhan. Aku semalam di hinakan karena aku tidak punya uang Tuhan. Apakah aku terlalu berdosa untuk kau sentuh dengan kekayaanMu yang maha dahsyat tuhan. Apakah kau sedang menjagaku dari kesombongan? Tapi apakah kau tidak mau membahagiakan aku, memberikanku rasa cukup dan tenang?

Aku ini hampir menyerah Tuhan, aku bingung bagaimana kau akan mengangkat derajatku Tuhan. Aku di rendahkan Tuhan. Aku di rendahkan oleh semuanya. 

Tuhan, aku tau engkau melihatku sedang mengetik tulisan ini, aku tau kau sedang melihatku menangis dalam hati, berikan aku kemurnian cintamu Tuhan, berikan aku kebahagiaan Tuhan, aku ingin menangis bila kau hadir disini. Kau memberikan aku ketenangan dan kelayakan hidup Tuhan.

Karena kelayakan hidupku, akan membuat hidup yang lain di sekitarku, orang tuaku, keluargaku dan pasanganku jadi layak. Kami adalah orang yang taat kepadamu, namun tak kau naikan derajat kami. Disitu aku merasa sedih.

Tuhan, maaf aku lancang, anggap saja aku ini orang tolol yang gak punya apa-apa. Aku orang tolol yang gak punya etika. Aku orang tolol yang hanya ibadah untuk mendapatkan uang. Saat ini, aku perlu uang. Do'a ini aku minta kepadamu, kepada kekayaaan yang kau ciptakan langit dan bumi, aku hanya butuh 2 Miliar, setiap tahun, aku ingin hidup dalam kecukupan.

Surga mu begitu nikmat, pun berikan aku surga dunia juga tuhan. maaf aku lancang, tapi kali ini, dengan segala kerendahan dan kehinaan diri, aku minta tolong tuhan.

Jumat, 17 Mei 2024

Tentang seorang anak bernama laki-laki sulung

Aku pernah mendengar kisah dari seberang samudera, tentang sebuah bangunan yang tiangnya hanya satu dan diatasnya berdiri gunung dan sebuah kota. Dalam keheningannya, tiang itu bernama anak sulung. Anak yang tidak mendapatkan kasih, tapi selalu di tuntut untuk memberi. Anak yang tidak mendapatkan support, namun selalu dituntut untuk mensupport. Anak yang tidak punya tempat berbagi, tapi apa yang dia punya selalu harus dibagi. Anak yang selalu di maki, tapi tak pernah di bagi. Anak yang sendirian dan kesepian namun harus terus melangkah. Tidak punya tempat bergantung. Hanya punya uang jika beruntung.

Aku pikir dunia memang selalu berjalan dengan demikian, dengan kejam dan jahat. Jadi tidak ada ruang untuk merasakan kebahagiaan, karena kebahagiaan yang dirasakan tidak penuh, harus selalu terbagi, namun jika, sakit, maka harus di telan sendiri.

Tidak ada perhatian atau penantian sebuah angin dari selatan yang mematahkan ranting-ranting di utara. Tidak ada jalan bagi seekor kuda yang kakinya patah jauh sebelum menyebrangi sungai. Tidak ada kabar baru dari masa depan tentang keputusasaan seorang kesatria ini. Tidak ada apapun di dunia ini kecuali dia harus merelakan.

Merelakan dirinya terluka, merelakan dirinya terbagi, merelakan kebebasannya diambil, merelakan kegagalan demi kegagalan, makian demi makian ia telan, pahitnya kehidupan ia korbankan.

Tidak ada yang bisa ia percaya. Tidak ada yang bisa ia benar-benar percaya. Semua orang tidak menyukainya, kecuali dia ada manfaatnya. Tidak ada ketenangan batin, tidak ada masa depan yang pasti, tidak ada yang dapat menanggungnya dari rasa takut dan sedih, tidak ada yang dapat membuatnya bangkit.

Semuanya hanya menuntut dan menuntut. Sementara ia adalah tiang itu. Yang berdiri sendiri. Menopang semuanya sendiri.

Jumat, 09 Juni 2023

CERITA TENTANG GUNUNG DAN MATAHARI

Bagaiamanakah hari ini? Tanda tanya yang dulu tidak pernah berubah menjadi tanda seru itu, apakah masih menggantung disana? Apakah masih ada semak-semak yang mengisi betapa banyaknya rindu yang menjadi sesuatu dalam rangka hidup yang rapuh. Pada awalnya kita adalah sebagian dalam yang pernah menjadi dua sayap pada burung yang sedang patah. Begitupun dengan rindu yang tidak pernah menyentuh langit, bagaimanapun kerasnya bagaimanapun rindunya. 

Mungkin, hari kemarin adalah hari yang selamanya jauh, namun bagiku, kemarin hanyalah jarak antara detik detik yang tidak pernah dirindukan.  Mungkin sebagian dari kalian pernah tau bagaimana rasanya rindu yang menjadi bagian dari pikiran, disambut dengan hangat, tapi tidak denganku. Rindu itu menjadi kepingan yang tidak pernah menyentuh hatimu bahkan sedikitpun menoleh ke arah mata angin yang membawa nafasmu pada musim semi itu.

Apa yang jatuh ke dalam dirimu selalu menjadi bagian terbaik dalam menjadi sebuah aroma pagi setiap saat mata menjadi terbuka dan nikmatnya tiada tara. Aku mungkin adakah kamar kita yang jauh dari ketololan yang sekali laghi terlah jfsaahsajfnkdcjasjasjsahadshasdhashsafhdjsahfdjskahfdsafhjjdsajsajsajsadkasdkjhsdajkijasiuijurqwiojredoiwfanhdksabgnfuiaehfkdsanjfjhawiufhewafdkjsanfiaswhfjdsafhawfejafkdasufhewajfkdsajfiuwahfadsjfkdsahfduahfdksafdsahfguewhkfdsaiuf

Minggu, 16 April 2023

Tidak ada lagi rumah.

Tidak ada. Semua orang tidak ada yang merindukanku.