Kamis, 01 Januari 2026

Tuhan sangat moody

Lahir sebagai pria yang dibesarkan di lingkungan beragama namun kurang terbuka terhadap hal-hal lain menjadikan gue orang yang tumbuh atas ketakutan dunia karena semua dosa yang di buat pasti akan di balas, namun kebaikan yang di kerjakan belum tentu di catat. Ironis banget.

Aku harus sukarela untuk menganggap semua yang baik-baik itu datangnya dari tuhan dan aku di kutuk atas hal-hal yang buruk. Aku tidak tau batas baik dan buruknya dan itu menjadi sala satu hal yang membuat aku merasa buruk terus, sehingga ketika ada cobaan atau hal buruk terjadi, aku merasa pantas mendapatkannya karena Tuhan tidak suka aku.

Aku jadi meninggalkan ibadah dan tidak mau terlalu terikat dengan tuhan karena aku tidak mau apapun baik dan buruk di kaitkan dengan tuhan. Saat kita sedang terpuruk, tuhan selalu bilang kalo akan ada kemudahan lah, ini lah, itu lah, padahal sebenernya di buat simpel aja, kalo gak mau bantu gak usah janji akan bantu atau mengelak karena ini adalah bentuk cobaan dan seolah seolah sengaja bla ba bla. Persis seperti kebohongan2 kakak kelas yang ingin ngebully tapi mengatasnamakan pendidikan atau ngasih tau kebenaran.

Dalam hal ini, Tuhan menjadi sangat Moody. Ketika mau nolong ia sangat baik, tapi ketika gak mau nolong, tidak ada sinarnya yang meneduhkan embun pagi. Ia membakar. Jadi aku ingin jauh saja, aku ingin menumpukan hidupku pada diriku saja.

Ini sangat menganggu hidupku, karena dari dulu aku selalu di ajarkan untuk takut pada tuhan, doktrin lain tuhan itu sangat baik bahkan dekat dengan urat nadi. Lalu, Tuhan mana yang dekat dengan urat nadi tapi membiarkan hambanya kelaparan? Apa gak ngerasa atau memiliki perasaan.

Aku menganggap Tuhan seperti pemerintah. Ia tidak akan mampu melihat ke akar rumput, karena kedudukannya sudah tinggi dan jauh dari penderitaan. Aku sadar dan tau kalo struktur sosial itu semakin jauh semakin gak bisa merasakan

Tuhan bersemayam jauh di atas sana, kita di bawah hanya di berikan harapan kalo nanti ia akan menolong asal menyerah dan berpasrah, padahal kelihatan saja tidak. Ia membiarkan air mata hambanya mengasinkan lautan, orang yang berdo'a padanya bertahun-tahun masih di biarkan begitu saja.

Semoga Tuhan mood nya selalu bagus. Karena cuma itu harapan kita



Senin, 11 Agustus 2025

Tuhan, ibadahku hanya untuk meminta uang darimu

Surat ini aku tulis sebagai penghambaanku yang Maha Kurang, terhadap Tuhan yang Maha Kaya. Tuhan, aku tulis surat ini karena aku miskin dunia.

Terlihat dan terkesan sangat duniawi. Ya, realitanya adalah jika kau tidak punya uang maka kau tidak punya harga diri. Berat sekali membeli harga diri tanpa uang, di rendahkan, di ragukan. Uang banyak masih tidak cukup, uang sedikit tetap harus mencukupi. Tuhan, apakah ibadahku, hanya untuk meminta uang kepada-Mu yang tidak pernah aku merasa tercukupi?

Seorang pria yang menjadi generasi sandwich, orang tua tak berdaya, adik masih kecil semua, pasangan standar hidup tinggi, aku belum selesai dengan diriku, bagian mana yang harus ku tutupi dengan uangku yang kecil, pasti akan menimbulkan konflik.

Aku banyak menelan kepahitan, bahkan di kerjaan aku seperti orang yang tak ada harga diri, aku hanya membiarkan orang lain menginjak-nginjakku, hanya untuk sesuap nasi. Apakah ini tuhan yang ingin kau tunjukan, apakah ini kuasa-Mu yang membuat aku harus terhina seperti ini?

Aku hanya ingin menunjukan kalo aku sedang benar-benar kebingungan dan ketakutan akan masa yang datang diamana aku mati sebagai orang yang tidak berguna karena terlalu banyak uang yang harus aku tutupi dan pembiayaannya. Aku sempat tak percaya padamu karena kau membiarkanku dalam kesengsaraan, bahkan ibuku yang rajin ibadah kepadamu, kau biarkan miskin begitu saja. Kau tak kasih kehidupan dunia yang layak padanya. Ayahku kau buat tak berdaya, tak bisa cari uang, bahkan aku yang harus mengcovernya, pasanganku kau buat tinggi gaya hidupnya, sehingga uang yang menurutku banyak dia anggap sedikit. Sedangkan aku? Aku babak belur tuhan, aku babak belur. Kau tidak akan merasakan, karena engkau adalah Tuhan. Tak merasakan pedih,sedih,terluka,kecewa,bingung perasaan-perasaan yang aku rasakan sebagai manusia yang Maha Hina ini.

Bagaimana caraku mendapatkan uang itu Tuhan? Apakah kau tidak kasihan kepadaku? Aku ingin curhat dan berhadapan denganmu tuhan, aku tidak punya siapa-siapa sekarang, aku akan menikah dan masih kurang 15 juta aku bingung Tuhan. Aku semalam di hinakan karena aku tidak punya uang Tuhan. Apakah aku terlalu berdosa untuk kau sentuh dengan kekayaanMu yang maha dahsyat tuhan. Apakah kau sedang menjagaku dari kesombongan? Tapi apakah kau tidak mau membahagiakan aku, memberikanku rasa cukup dan tenang?

Aku ini hampir menyerah Tuhan, aku bingung bagaimana kau akan mengangkat derajatku Tuhan. Aku di rendahkan Tuhan. Aku di rendahkan oleh semuanya. 

Tuhan, aku tau engkau melihatku sedang mengetik tulisan ini, aku tau kau sedang melihatku menangis dalam hati, berikan aku kemurnian cintamu Tuhan, berikan aku kebahagiaan Tuhan, aku ingin menangis bila kau hadir disini. Kau memberikan aku ketenangan dan kelayakan hidup Tuhan.

Karena kelayakan hidupku, akan membuat hidup yang lain di sekitarku, orang tuaku, keluargaku dan pasanganku jadi layak. Kami adalah orang yang taat kepadamu, namun tak kau naikan derajat kami. Disitu aku merasa sedih.

Tuhan, maaf aku lancang, anggap saja aku ini orang tolol yang gak punya apa-apa. Aku orang tolol yang gak punya etika. Aku orang tolol yang hanya ibadah untuk mendapatkan uang. Saat ini, aku perlu uang. Do'a ini aku minta kepadamu, kepada kekayaaan yang kau ciptakan langit dan bumi, aku hanya butuh 2 Miliar, setiap tahun, aku ingin hidup dalam kecukupan.

Surga mu begitu nikmat, pun berikan aku surga dunia juga tuhan. maaf aku lancang, tapi kali ini, dengan segala kerendahan dan kehinaan diri, aku minta tolong tuhan.

Jumat, 17 Mei 2024

Tentang seorang anak bernama laki-laki sulung

Aku pernah mendengar kisah dari seberang samudera, tentang sebuah bangunan yang tiangnya hanya satu dan diatasnya berdiri gunung dan sebuah kota. Dalam keheningannya, tiang itu bernama anak sulung. Anak yang tidak mendapatkan kasih, tapi selalu di tuntut untuk memberi. Anak yang tidak mendapatkan support, namun selalu dituntut untuk mensupport. Anak yang tidak punya tempat berbagi, tapi apa yang dia punya selalu harus dibagi. Anak yang selalu di maki, tapi tak pernah di bagi. Anak yang sendirian dan kesepian namun harus terus melangkah. Tidak punya tempat bergantung. Hanya punya uang jika beruntung.

Aku pikir dunia memang selalu berjalan dengan demikian, dengan kejam dan jahat. Jadi tidak ada ruang untuk merasakan kebahagiaan, karena kebahagiaan yang dirasakan tidak penuh, harus selalu terbagi, namun jika, sakit, maka harus di telan sendiri.

Tidak ada perhatian atau penantian sebuah angin dari selatan yang mematahkan ranting-ranting di utara. Tidak ada jalan bagi seekor kuda yang kakinya patah jauh sebelum menyebrangi sungai. Tidak ada kabar baru dari masa depan tentang keputusasaan seorang kesatria ini. Tidak ada apapun di dunia ini kecuali dia harus merelakan.

Merelakan dirinya terluka, merelakan dirinya terbagi, merelakan kebebasannya diambil, merelakan kegagalan demi kegagalan, makian demi makian ia telan, pahitnya kehidupan ia korbankan.

Tidak ada yang bisa ia percaya. Tidak ada yang bisa ia benar-benar percaya. Semua orang tidak menyukainya, kecuali dia ada manfaatnya. Tidak ada ketenangan batin, tidak ada masa depan yang pasti, tidak ada yang dapat menanggungnya dari rasa takut dan sedih, tidak ada yang dapat membuatnya bangkit.

Semuanya hanya menuntut dan menuntut. Sementara ia adalah tiang itu. Yang berdiri sendiri. Menopang semuanya sendiri.

Jumat, 09 Juni 2023

CERITA TENTANG GUNUNG DAN MATAHARI

Bagaiamanakah hari ini? Tanda tanya yang dulu tidak pernah berubah menjadi tanda seru itu, apakah masih menggantung disana? Apakah masih ada semak-semak yang mengisi betapa banyaknya rindu yang menjadi sesuatu dalam rangka hidup yang rapuh. Pada awalnya kita adalah sebagian dalam yang pernah menjadi dua sayap pada burung yang sedang patah. Begitupun dengan rindu yang tidak pernah menyentuh langit, bagaimanapun kerasnya bagaimanapun rindunya. 

Mungkin, hari kemarin adalah hari yang selamanya jauh, namun bagiku, kemarin hanyalah jarak antara detik detik yang tidak pernah dirindukan.  Mungkin sebagian dari kalian pernah tau bagaimana rasanya rindu yang menjadi bagian dari pikiran, disambut dengan hangat, tapi tidak denganku. Rindu itu menjadi kepingan yang tidak pernah menyentuh hatimu bahkan sedikitpun menoleh ke arah mata angin yang membawa nafasmu pada musim semi itu.

Apa yang jatuh ke dalam dirimu selalu menjadi bagian terbaik dalam menjadi sebuah aroma pagi setiap saat mata menjadi terbuka dan nikmatnya tiada tara. Aku mungkin adakah kamar kita yang jauh dari ketololan yang sekali laghi terlah jfsaahsajfnkdcjasjasjsahadshasdhashsafhdjsahfdjskahfdsafhjjdsajsajsajsadkasdkjhsdajkijasiuijurqwiojredoiwfanhdksabgnfuiaehfkdsanjfjhawiufhewafdkjsanfiaswhfjdsafhawfejafkdasufhewajfkdsajfiuwahfadsjfkdsahfduahfdksafdsahfguewhkfdsaiuf

Minggu, 16 April 2023

Tidak ada lagi rumah.

Tidak ada. Semua orang tidak ada yang merindukanku. 

Kamis, 23 Maret 2023

Sendirian

Ini adalah sebuah hikayat. Tentang bagaimana seorang laki-laki yang menanggung ekspektasi dan realita yang akhirnya dia tenggelam dalam warna merahnya derita.

Bagaimana bisa seorang anak menjadi sangat durhaka karena kesalahannya, namun orang tua tidak bisa durhaka kepada anak atas kesalahannya?

Sudah lama ia menanggung ini semua. Bahkan belum sempat ia mencicipi embun yang dia tunggu sejak semalam suntuk begadang, sudah hilang embun itu di seruput oleh ayahnya sendiri. Aku bukan tidak mau berbakti, tapi bakti ini menyiksa. Ikhlas ini tidak kemana-mana.

Dikisahkan seorang anak yang akan menikah, habis harta dan harga dirinya untuk menyuapi banyak hal. dipikul beban itu dengan tiang-tiang air mata yang bahkan tidak pernah didengar oleh orang tua dan kekasihnya. Anak itu hanya bisa menjadi rumah rapuh yang berteduh, dan ditinggalkan ketika sudah runtuh.

Dibawanya dirinya untuk mengadu nasib di jakarta, ibukota tempat dosa dan pahala bercampur menjadi lautan. Ia telah berusaha, tapi tetap saja tidak cukup, tetap saja tidak cukup. Bagian manakan dalam dirinya yang najis, sehingga ia dihinakan dan di buang oleh kekasihnya sendiri yang pernah mengikatkan janjinya kepada harapannya yang menjulang tinggi bagai tangkai bunga langit.

Kemanakah orang tuanya?

Mereka hilang. Sibuk dengan luka mereka dan urusan mereka tanpa pernah bersentuh kabar dengan anaknya, anaknya yang memberikan dia air saat dahaga, anaknya yang menolong ia saat tak berdaya, anaknya yang membela keluarganya meskipun harus berdarah. 

Tidak ada pelukan hangat seorang ibu, tidak ada yang mengerti betul bagaimana rasanya menjadi sendirian di tengah keramaian.

Kemanakah kekasihnya?

Tidak ada. Ia telah membuangnya. Menghinakannya. Membandingkannya. Melukainya dengan ego dan kata-kata tajam menusuk. Menjadikannya opsi pertama, lalu hilang bersama opsi kedua. Yang besar baginya terlihat sangat sedikit. Tidak di hargainya. Direndahkannya.

Ia tetap pergi. Merasa bahwa anak lelaki ini tidak memiliki harga sehingga dengan begitu mudahnya ia tinggalkan dengan segala pucuk pengharapannya. Dengan segala mimpi-mimpi yang masih ia jaga. Dan lalu ia bercumbu dengan yang lainnya, tanpa tau betapa meringisnya hati laki-laki tanpa arah dan nama. Bahkan sudah sejak lama. Memang sudah seharusnya, ia mencari kebahagiaan sendiri, ketika tidak pernah merasa syukur dengan apa yang di beri.

Akhirnya sendirian. Tidak ada uang kertas. Tidak ada emas. Tidak ada apapun yang tersisa selain tahajjudnya dalam tangis yang sunyi. Ia hanya membeli dunia tanpa pernah di beri oleh sang pencipta. Sehingga ketika uangnya habis, dunianya pergi. 

Maka demikianlah hatiku, demikianlah seorang anak laki-laki yang memikul realita dan ekspektasi, sunyi sendiri, dalam ruang yang waktu saja tidak diizinkannya masuk, kecuali air mata.

Orang tuanya. Kekasihnya. Pergi.

Dirinya. Sendiri.

Selasa, 17 Januari 2023

Bagaimana rasanya patah hati?

Hallo semua!

Setelah perjalanan 1 tahun tanpa menulis karena mungkin gue terlalu senang, seseorang ada di samping gue, sehingga gue gak ada jeda untuk bersedih. Sedih sih, tapi gue gak mau nulis aja. Akhirnya sekarang dia pergi dan meninggalkan luka yang  cukup untuk membuat satu kota menangis serentak dengan merasakan luka yang sama. Tapi gue bersyukur, bahwasannya dengan dia pergi gue jadi tau seperti apa kualitas orang yang "tadinya" akan hidup sama gue.

Jika dalam keadaan sulit pas pacaran saja dia tidak bisa bertahan, bagaimana dengan perjalanan panjang nanti. I show my attitude when I have money, she did showed me her's attitude when I haven't any penny in my pocket. It's too obvious buat gue merelakan kepergian dia.

Tapi, namanya perpisahan selalu ada hal menyakitkan yang harus di hadapi karena ada kebiasaan yang harus kita biasakan lagi, banyak yang berubah ketika tidak sama dia, semua hal yang tadinya ada temennya, kamu harus melakukannya sendirian. Begitulah patah hati, Sebenarnya bukan rindu pada orangnya namun rindu pada momen-momennya.

Tapi sebenarnya, karena mungkin ini  pertama kalinya lagi gue patah hati, jadi terasa sakit. Yang membuat sakit adalah tidak tervalidasinya harapan-harapan yang pernah kita iyakan darinya. Bener gak? 

Misalnya dia pernah berjanji akan menmani kita dalam keadaan apapun, pada kenyataannya dia pergi dan apa yang kita iyakan, masuk ke dalam alam bawah sadar dan menjadi sesuatu yang tidak familiar. Begitulah Alloh mengajarkan untuk menjaga perkataan terutama janji. Karena begitulah ternyata efek sebuah janji.

Bagaimana rasanya patah hati? Biar gue jabarkan

Rasanya kosong, lalu terasa sakit sedikit, lalu melayang-layang saja.

Hal ini disebabkan karena banyak hal dalam pikiran kita yang menuntut sebuah validasi sehingga ketika validasi itu tidak ada, maka yang terjadi adalah perasaan kosong atau rasa sakit.

Misalnya "Apakah dia akan menemani kita sampai kapanpun?" Ternyata jawabannya adalah tidak, jawabannya adalah "Dia sudah pergi anjir" dan disitu otak mulai merangsang sebagai sebuah rasa sakit.

Jadi kalo di tanya bagaimana rasa sakit, ya begitulah. Tapi hal-hal ini tidak akan berlangsung lama, sebagaimana ikhlas bekerja, pengganti akan segera datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Intinya, patah hati itu gapapa. Patah hati itu banyak menjelaskan bagaimana dia. Percayalah, seburuk-buruknya patah hati, itu adalah baik untukmu.

Senin, 16 Januari 2023

She Left Me.

I can't believe that she left me, after everything I gave. I just feeling empty right now. Have nothing to do. And she left me at the moment I have no money left on my wallet, and she think what I gave isn't enough, besides I gave everything I had.

One thing I learn, I should loving someone that has done with their past. It really matters. I think when I'm with her, I can accompany her to facing her trauma of her ex, I refuse my ego, Still be good listener for everything her ex's story, never being mad of her, treat her like a queen, volume down my voice when I'm with her, gave everything I had and think about the future with her. But then she left me like a trash in the edge of 7th Avenue.

I made my own promises to me, we never know what will people will do to us, no matter how good you are, no matter how bad are you, but the important things is : You have to be enough to yourself.

Minggu, 18 Desember 2022

Hello, Old Friend.

Hei buddy, what's up? Sorry for ignoring you for many longtime. I just lil bit busy and have my own life for this years. It's a rough years for me, but I have someone that spend the years with. I just wanna say that she is special. There is a lot of things that we doing together. But then, at this day, she left me.

It was my fault. But she doesn't know how hard of being me but I survived. After she left me, I just have no one to talk. Unless you, my blog, Miss you sooo much buddy. To talk again, to write down upon you, it was the hobby I ever forget. I'm sorry buddy.

Alright, I wanna tell you the story tonight. The story about love, pantience, learn and grow.

I thought, Love is when you put her neeeds upon yours. No matter how sacrafice you are or anything. I did the wrong things, I need affirmations. Why? I tell you why, because I always forced of being perfect from my parents and my siblings. Perfect is a must for me. I quiet tired of following this game. I just wanna be me, enjoying my entire life with something I love. I did, but it's not that easy.

I have no home to protect my imperfections. To feel safe. To tell me that I am okay with not being perfect. I'm still have to be perfect, but there is something in me that hurt. Yes, my inner child. I put a lot expectations to my partner, but then, everything comes to an end. She decide to not with me again. She said "This is why she (someone before her) left you. Because she won't take a risk to being with a person like you (means I have complicated family)". And you know what buddy? It hurts me.

I just thinking, Am I at that worst? After We are together for one years, after I put all of my needs below hers. Am I that worst?. I'm trying to harmonize everything. I planned to make her get MaRS and mini copeer. I have a lot of plan for her, but then she just saw me at that perspective.

Alright, I know, I know, life so hard, things become messy, I always have no money, but I always take her first even before my family. I did something wrong, I don't bring cash today, and if she knows, it's not that easy. I'm trying to get any debt from my friend, they're refuse. My dad said will paid his debt, but then he just give me IDR 150k. The fuck. Why should I do when everything I'm already trying? What should I do?

It's hard to be me. But in the next, I learn, there's no women that have true love. Buddy, I just wanna say to my self "A man only loved at something that they're provides. There is no unconditionally love. Stop being fucking stupid. Get your ass off. Makes some money. And let it give more noise" 

You know, when I loved someone, I just loved them unconditionally. I don't care who they're. where they comes from, I don't care. I'm gonna fight for them. But in the end, they left me. They just want my laugh, but not my tears. 

I swear to my self, I'm gonna pay this. All of this. To being precious, to know my value, for anyone with me next.

Senin, 06 September 2021

Fucked Up

Ada sebuah fase dalam hidup yang bernama : Fucked Up. Kondisi dimana lo udah ga bisa ngapa-ngapain dalam kejatuhan lo. Udah males berjuang berjuang tai kucing. Rasanya kek cape banget, apa yang di tanam tidak tumbuh, seseorang yang di tunggu dari lama kini menjauh dan Tuhan terasa terlalu tinggi untuk digapai meskipun kening sudah banyak berdarah karena terlalu sering bersujud.

Titik Fucked Up ini adalah suatu tempat diantara baik dan buruk. Tidak ada kecenderungan ingin baik dan buruk. Hidup yang mereka nikmati, bagi orang-orang Fucked Up tidak ada rasanya. Seperti daun kering yang diombang-ambing oleh angin musim gugur yang menghantarnya ke musim dingin.

Tidak ada kebaikan yang bisa di berikan pada hidup di fase ini. Gue fucked up.

Dimulai dengan tidak adanya semangat untuk hidup. Gue ngerasa semuanya hambar namun seketika sangat menyakitkan juga. merasa bahwa harapan terlalu jauh untuk orang seperti gue saat ini, bahwa harapan hanya ada untuk orang-orang yang memiliki kekayaan super besar lalu mereka bilang "kita harus menikmati hidup!". Kontol lah.

Luka belum sembuh, gue semakin terpuruk. Tidak merasakan lagi gairah dari para pendakwah tentang kesabaran dan keikhlasan. Gue udah melewatinya sampai di titik nadir gue gatau harus ngapain.

Kini, hidup sebagaimana hidup yang konvensional. Bernafas, makan, bergerak dan bekerja. Selebihnya? Ya biarin aja. Karena pernah ada harapan yang di kecewakan. Do'a yang tidak menyentuh langit dan semesta yang kehilangan magisnya dalam menyembuhkan luka.

Sekarang gue lebih berhati-hati dengan apa yang disebut dengan harapan. Hal itu terlalu melukai. Terlalu beresiko untuk di ambil, pada kenyataannya, hidup tanpa harapan yang terlalu besar masih bisa di jalani. Tidak semenakutkan orang-orang yang bilang bahwa harapan itu harus selalu ada karena harapan adalah cahaya di kala gelap. Bacotmu indah sekali.

Tentang ketertinggalan. Memang hidup ini bukan lomba. Setiap orang punya tracknya masing-masing. Namun, dalam suatu kondisi kita perlu berlomba dengan orang lain karena meskipun Tuhan tidak menyukai gengsi, tapi manusia perlu harga diri yang diproteksi dengan gengsi.

Dulu gue menyangka hidup yang apa adanya dengan tujuan sendiri selalu memiliki nilai di mata orang-orang. Pada akhirnya, ketika gue ngelamar seorang wanita dengan percaya diri karena gue tau apa yang sedang gue jalankan, dia tidak melihat itu sebagai suatu nilai. Akhirnya kembali, pada konsep dasar manusia. Kita butuh uang untuk meyakinkan orang, dan omongan orang-orang tentang menjadi diri lo sendiri itu bullshit. Bisa gitu si anjing.

Gabisa anjir gabisa, hidup butuh gengsi agar harga diri kita tetap terjaga, jangan kemakan motivasi orang-orang gak pernah merasakan menderita. Mereka gak ngerti apa-apa tentang menjadi bukan siapa-siapa.


Sabtu, 10 Juli 2021

Lari ke Jogja

Ternyata kita tidak akan pernah bisa becanda dengan yang namanya patah hati. Patah hati memiliki ruang yang memang harus kita kosongkan agar hati yang hancur bisa kembali pulih atau lebih tepatnya sedikit lebih pulih.

Bandung membuat luka putus asa karena mencintai menjadi sedikit lebih lama, bagaimana tidak, setiap detil kota Bandung ada gue dan dia. Mungkin terdengar terlalu klise, tapi here's the thing, kita gaakan pernah bisa melepaskan apa-apa yang melekat bersama kenangan. Ga akan semudah itu.

Akhir bulan Juni, gue memutuskan untuk pergi ke jogja, bekerja disini dengan dalih "ingin belajar", padahal sebenernya tujuan utama gue adalah sembuh. Gue butuh ruangan baru untuk tetap bisa hidup dan melanjutkan mimpi apa lagi yang harus gue bangun pasca terluka. Karena gue sadar gue bukan orang kaya yang bisa mengambil jeda seenak gue untuk pergi ke bali atau eropa untuk self healing, gue harus terus bekerja sambil mengakali bagaimana cinta yang hancur ini tidak mengubah kehidupan gue yang semakin menakutkan ini.

Sekarang gue di Jogja. Awal ke jogja, gue harus beradaptasi dengan lingkungan orang jogja yang kerja terus dan mereka itu ulet. Beda dengan budaya orang sunda yang kalo misalkan bekerja mereka itu sangat-sangat mengandalkan sisi kreatifitas mereka. Kalo orang-orang disini sangat bisa bertahan dengan keadaan yang membosankan (dalam perspektif gue). Jujur sebenernya gue gabisa untuk hidup dengan jokes-jokes yang itu-itu aja, standar society asal haha aja, gabisa gue, tapi kita liat dulu aja ini arusnya gimana.

Gue paling suka dengan lingkungan kerja yang sekarang adalah mereka itu selalu ingin berkembang dengan metode kaizen yang mereka anut. Menutur gue meskipun tidak terlalu signifikan perubahannya, at least kita berubah setiap harinya dan itu menurut gue keren sih. Orang jawa itu ulet dan mandiri. Sebenernya agak berbeda dengan orang sunda yang terlalu banyak menggunakan otak kanan sebagai cara mereka bekerja sehingga warna yang gue liat disini sangat berbeda dengan warna yang gue liat ketika gue berada di sunda.

Tapi di balik itu semua, tujuan ke jogja adalah gue pengen sembuh. Gue gabisa hidup terus menerus dalam bayang-bayang kekecewaan terlebih karena gue udah punya niat yang baik namun tidak di acc sama Tuhan. Tapi yaudahlah, sehebat apapun kita protes, jawabannya akan selalu sama, God knows the best for me dan tidak akan ada ruang buat gue untuk membela diri dalam hubungan Tuhan dan Mahluk ini. Case closed.

Lalu kenapa harus jogja? Karena gue keterimanya disini. Andai aja waktu itu gue keterima di surabaya atau bali gue juga akan berangkat kesana tanpa ragu. Intinya gue butuh jarak yang cukup jauh dari bandung agar dia tidak selalu muncul dan membuat gue jatuh lagi jatuh lagi, well untuk bangkit terus kan butuh tenaga dan gue lumayan cape untuk bangkit dari jatuh yang paradox

Gue janji sama diri gue abis dari jogja cuma ada 2 kota yang akan gue tuju. Pertama Jakarta, gue pengen kerja di start up, e-commerce atau instansi pemerintah. Syukur-syukur gue bisa masuk circle nya Visinema atau Production House sehingga gue bisa menunjukan bakat lucu gue disana, lalu ya join sama artis ibukota di berbagai macam talkshow. Soalnya gue ngerasa kalo gue bisa ko provide jokes-jokes lucu dan deliver itu ke penonton, cuman ya kesempatannya aja memang harus di tunggu sambil gue mempersiapkan diri. Yang kedua, gue akan balik ke bandung dan memulai usaha sebagai digital marketing agency atau KOL management di Bandung. Tapi gue harus selesai dengan diri gue dulu. Itulah kenapa, gue di jogja. Gue mau sembuh dulu.

Eeeh malah kena covid sianying haha

Kamis, 06 Mei 2021

Musim Gugur Sudah Selesai

Gue pernah nonton The Greatest Showman sama seseorang yang akhirnya gue cintai. Film itu kerasa kek ngena aja buat gue, gatau untuk dia. Apa yang Hugh Jackman tampilkan di perannya adalah sepenuhnya gue. Merasa seperti ada koneksi antara cara dia memandang dunia dengan gue.

Beberapa tahun setelah itu, gue masih mencintai wanita ini. Dari awal gue mencintai dia tidak pernah berkurang sedikitpun kecuali selalu bertambah. Gue selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik buat dia selama beberapa tahun kita bersama 'as a friend'. Gue masih percaya pada mimpi-mimpi itu, bahwa gue bisa menciptakan magic yang bahkan dia saja tidak pernah terpikirkan. Semua yang gue lakukan adalah untuk dia.

Beberapa kali dia dikecewakan oleh laki-laki dan gue adalah orang selalu ada disaaat dia sedang sedih dan menangis. Gue selalu bertransformasi menjadi happiness machine buat dia. Gue membuatkan dia banyak hal, momen-momen yang menurut gue langka dan ga akan pernah di lakukan oleh cowo-cowo lain dalam ngetreat ceweknya. Gue tidak pernah menolak untuk apapun yang membuat dia bahagia. Gue bukan cuma melakukan, tapi ngasih yang terbaik.

Dia pernah bilang kalo dia sangat suka kulineran. Semenjak itu gue tidak pernah mengajak siapapun untuk mencoba hal-hal baru atau makanan baru kecuali sama dia. I did it great. Dia pernah bilang kalo pengen punya banyak temen kaya gue. Pelan-pelan gue buka jalan untuk mengumpulkan temen-temennya yang terpisah, gue ajak dia ke kondangan-kondangan biar dia merasa ada teman. Gue support dia dalam banyak hal. I did it great. Gue secara aneh mempelajari harry potter, mengenal inggris lebih dekat, mengenal perpasca sarjanaan itu apa, nonton drama korea, belajar makan makanan korea yang menurut gue ga worth it tapi ternyata enak juga. Gue ngerubah banyak apa yang belum pernah gue coba ingin ubah untuk dia. Once again, i did it

Gue pernah bilang ke dia kalo gue gamau ada di industri ini, gue pengen keluar, gue akan jadi sesuatu kelak tapi tidak disini. I did it. Meskipun perjalanannya berat karena gue harus bertransformasi dari dunia industri kaku ke industri yang sangat flexibel. Gue berdagang dan gagal, gue hancur, terombang-ambing di lautan hingga akhirnya gue menepi di satu pulau yang bernama digital marketing agency. Disana gue punya keyakinan, bahwa disini gue akan menjadi sesuatu yang pernah gue bilang ke dia.

Akhir Desember 2020, gue meminta kepada Tuhan untuk di teguhkan hati karena gue pengen ngelamar dia. Gue pengen hidup sebagaimana petualangan yang menyenangkan sama dia. Akhirnya hati gue teguh.

Awal Januari 2021, di sebuah tempat nasi goreng dengan suasana yang cukup ramai dengan iringan pengamen yang gue lupa waktu itu mereka bawain lagu apa tapi ngena banger, gue mengatakan bahwa gue ingin hidup sama dia. Tapi dia menunda untuk menjawab. Gue tetap yakin.

Januari berlalu dengan keyakinan yang masih sama. Gue jadi on fire dalam bekerja, gue ketemu banyak orang, gue mengerjakan ini itu untuk mempersiapkan diri jika seandainya kelak gue sama dia harus gimana. Di hari-hari diantaranya, dia bilang ke gue kalo, dia ga pengen gue ngehubungin dia karena dia pengen fokus. Gue iyakan, seperti biasa.

Februari, tekanan semakin besar dari pekerjaan dan keluarga tapi persetan dengan itu semua gue tetap semangat karena gue punya tujuan. Gue punya mimpi yang pengen gue ciptakan bersama dia. Gue punya petualangan menyenangkan yang ingin gue jalani sama dia. Namun, akhir februari gue bertanya-tanya apakah dia peduli dengan yang gue lakuin, karena sebulan bahkan tidak ada kabar apapun darinya? Gue semakin bertanya-tanya, kemana arahnya apa yang gue lakuin ini?

Maret jadi bulan yang penuh tanda tanya. Gue jadi sering merenung, gue jadi bertanya-tanya apakah dia baik-baik saja? Gue takut dia kenapa-kenapa? Gue sangat mengkhawatirkan dia. Akhirnya gue mengingkari kesepakatan untuk menghubungi dia dan mulai memulai percakapan. Jawaban dia terasa sangat dingin sekali. Lalu gue meminta untuk bertemu dan dia menyanggupi akhir maret. Seiring dengan maret berjalan, gue memiliki pencapaian-pencapaian yang cukup mengagumkan di tempat kerja. Tapi biasa saja, karena isi kepala gue semuanya penuh tanda tanya tentang dia.

Akhir maret, kita ketemu di sebuah cafe di jalan anggrek. Gue seneng banget liat dia. Akhirnya kita berbincang-bincang tentang apa yang sudah dia kerjakan dan pencapaian-pencapaiannya dan gue sangat kagum, seperti seharusnya, karena dia telah melakukan banyak hal-hal hebat yang sebenernya gue sangat tau kalo dia bisa. Panjang banget bahasannya karena gue selalu menanggapi cerita pencapaian dia dengan excited.

Tibalah giliran gue bercerita tentang pencapaian gue. Semuanya gue ceritakan dengan penuh semangat dan dia tidak setertarik itu untuk menyambut apa yang sudah gue lakukan. Disitu gue sadar kalo hubungan ini bukan ikatan cinta, tapi ikatan ekspektasi. Yang mana gue berekspektasi tinggi dengan segala mimpinya dan dia tidak berekspektasi apa-apa dengan segalanya tentang gue.

Setelah kita ngobrol panjang lebar, gue sudah tau akhir semua ini akan kaya gimana. Lalu dia bilang "Aku gabisa sama kamu"

Kosong. Gue kosong.

Tanda tanya yang selama ini gue kumpulkan semuanya menguap dan menyisakan ruang kosong yang sangat-sangat besar. Gue ada di titik dimana gue gatau harus ngapain kalo ga sama dia, dan sekarang semuanya sudah jelas kalo dia gabisa. 

Tentang apa yang seharusnya terjadi gue sebenarnya sudah tau, bahwa mungkin ada beberapa hal yang dia pertimbangkan untuk hidup sama gue, ada banyak hal yang salah dan kurang dalam hidup gue sehingga dia merasa bahwa gabisa hidup bersama.

Gue masih belum sembuh. Mungkin saja karena banyak hal yang sudah gue lakukan sehingga itu membekas di alam pikir dan untuk menghapus semuanya gue butuh waktu. Gue merasa tidak seberharga itu untuk dicintai. Gue jadi sangat kecil.

Hari-hari di kantor jadi tak sama lagi, gue jadi pemurung, lesu dan tidak ingin bekerja. Seseorang yang sudah sangat siap melesat ternyata kehilanga tujuan dan itu yang membuatnya menjadi batu di tempat terakhir dia dikecewakan.

Sekarang adalah bulan Mei. Gue masih membawa luka yang tidak mau berhenti mengalirkan darah itu. Semakin hari gue semakin benci sama diri gue di momen yang indah disaat gue emang udah gapunya siapa-siapa.

Gue ternyata bukan Mr.Barnum di The Greatest Showman, gue cuma orang biasa yang tidak pernah diterima oleh siapapun. Gue hanya orang kecil biasa yang tidak punya apa-apa untuk di banggakan.

Kembali gue mengulang-ulang kata bibit, bebet dan bobot sampai kata itu ga berarti apa-apa.

Yang gue pikirkan sekarang adalah, mungkin saja gue akan selalu tidak diterima karena bibit,bebet dan bobot. Gue terjebak oleh asumsi gue sendiri dan itulah yang sampai saat ini gue pegang.

Sampai hari ini, semuanya belum benar-benar usai. Gue masih kosong dengan masih berusaha untuk tetap hidup tanpa hancur.

Rabu, 28 April 2021

Rusa Bertanduk Indah

Dia wanita yang meninggalkan karangan bunga di depan rumahku. Karangan bunga itu dipesan langsung olehnya dan diantarkan langsung oleh pengerajin bunga dari Jalan Wastukencana dengan tulisan "Turut Berdukacita atas kepergianku. Tabahlah dan selamat tinggal". Karangan bunga lainnya juga datang dari teman-temanku yang diantarkan juga oleh pengerajin bunga yang sama. Beberapa diantaranya ada yang menulis "Nikmatilah, suatu saat kamu akan jatuh cinta lagi", "Ikan di laut banyak boy!" dan ada juga yang mengatakan hal standar seperti "Rencana Tuhan pasti baik". Mereka menganggapku meninggal karena aku sudah berhari-hari tidak keluar rumah. Aku melawan badai di kamarku sendiri. Aku kedinginan dan tidak punya rumah untuk berteduh. Setidaknya seperti dulu.

Semua apa yang aku tanam di ladang sudah hancur berantakan dan tidak bersisa. Ternak yang baru saja aku beli januari kemarin ternyata terbawa banjir bandang. Pohon apel yang selalu aku inginkan untuk menjadi sesuatu yang bisa aku nikmati di kemudian hari ternyata sekarang sudah terbang dibawa oleh angin puting beliung. Sebuah bencana yang hanya dibawa oleh kepergiannya.

Padang rumput, aku mengingatnya, semuanya, semua detilnya. Banyak yang sudah aku lakukan untuk menjaga dia tetap baik-baik saja ditengah bencana yang diciptakan oleh orang-orang sebelumnya. Aku ingin dia tetap bertahan dan tidak patah semangat. Di tengah badainya aku keluar, mencoba memanipulasi cuaca dengan kemampuanku menciptakan sihir hal-hal mengagumkan. Aku mengorbankan banyak hal untuk menjaganya agar tidak terluka dan mampu melewati badai. Aku sediakan rumah agar dia bisa berteduh. Aku ciptakan semesta untuknya hanya untuk dia menetap. Aku sudah terlalu jatuh ke dalam lubang "Harapan agar dia bahagia" dan sekarang saatnya aku merasakan badai yang dia ciptakan karena kepergiannya.

Badai itu hampir saja membunuh seekor rusa yang memiliki tanduk yang indah. Rusa itu sedang berlari-lari di hutan bersama kawanannya dan sekarang rusa itu sedang melayang-layang terbawa angin entah kemana angin itu membawanya. Bisa jadi ke sebuah savana yang penuh dengan hewan buas yang siap memangsanya. Tapi yang akan ku tegaskan disini adalah, badai itu hampir membunuh rusa itu.

Tentang bunga yang ia tinggalkan di halaman depan itu, bagiku adalah hal yang cukup manis dalam sebuah kepergian, ah sial, aku masih saja memujinya.

Jatuh ke dalam sebuah perasaan menyalahkan diri sendiri tidak menyenangkan. Merasa tidak diterima karena anugerah yang Tuhan berikan itu tidak menyenangkan. Bibit,bebet dan bobot. Aku mengulang-gulang kata-kata itu sampai tidak ada artinya. Sampai benar-benar habis rasa muak sehingga ikhlas bisa mengisinya. Aku menyalahkan diriku sendiri atas apa yang tidak aku punyai dan belum sanggup aku capai. Aku menyalahkan diriku sendiri atas apa yang tidak bisa aku ciptakan untuk membuatnya tertarik. Aku menyalahkan diriku sendiri atas semuanya.

Aku menjadi sangat kecil. Harapan yang semula hidup karenanya kini semua tak bersisa. Aku harus menanami ladang dari awal lagi, membeli ternak lagi dari awal dan menumbuhkan pohon apel sendiri dari awal.

Namun setelah badai ini selesai. Setelah semua ini reda.

Tidak semua hal terjadi

Kita hidup dalam sebuah dunia yang mengharuskan kita untuk tidak berekspektasi terhadap apapun. Hidup adalah pejalanan yang harus ditempuh dengan langkah bukan dengan angan-angan. Dari semua yang pernah di ekspektasikan, banyak yang tidak terjadi dan kita harus baik-baik saja dengan itu - atau lebih tepatnya dipaksa baik-baik saja.

Masa-masa gelap adalah masa dimana aku tidak menemukan cahaya sedikitpun. Sekarang dan sampai entah kapan. Aku sangat merasa tidak berguna. Jadi, biar kuceritakan kepadamu sekarang. Duduklah.

Aku telah dua kali melamar wanita. Saat itu, aku pikir menikah dengan orang yang kita cinta akan menjadi sebuah goals yang membuat hidup akan jadi lebih indah. Untuk tertawa bersama dan hidup dalam percakapan-percakapan ringan yang menyenangkan setiap malamnya. Tanpa menikah, tidak ada jaminan bahwa kita akan lebih dekat ke selamanya. Namun semuanya berakhir tidak baik-baik saja yang mana I have to deal with it. 

Kita mulai dari yang pertama. Seorang wanita baik penuh dengan gairah untuk hidup, pintar dan lucu. Dia mampu melihat hal-hal dengan sangat murni dan seimbang. Sudut pandang yang tidak pernah aku bisa capai karena otak aku separuhnya adalah hati. Sering sekali kita membicarakan hal-hal yang membuat aku sangat excited jika berbicara dengannya. Kita membedah semua hal yang terjadi di bumi, membuka kemungkinan-kemungkinan baru yang menjadi bahan bakar tawa kita. Kita membedah langit sampai partikel terkecil dari anatomi tubuh justin tiffani. Sangat menyenangkan untuk menghabiskan hidup dengannya. Aku sangat jatuh cinta padanya, waktu itu, di waktu yang tidak pernah aku bayangkan akan segelap ini.

Cara dia berpikir adalah request aku terhadap Tuhan tentang siapa yang aku inginkan hidup bersama dan menghabiskan cangkir-cangkir malam bersama. Aku butuh penyeimbang. Aku sebagaimana sebuah elektron yang kelebihan gaya sentrifugal sehingga aku butuh proton di inti agar aku berputar mengelilinginya. Namun, aku bukan pilihannya. Dia tidak bisa mencintaiku. Bahkan aku tawarkan waktu, dia menawarkan balik kepadaku prinsipnya.

Matahari mulai redup. Malam mulai masuk. Salju turun. Aku tidak punya tempat berteduh. Aku kedinginan, jangankan api, cahaya harap saja tidak aku kutemukan di masa gelap pertama ini aku hilang arah. Mata ku masih berfungsi, namun gelap membuatnya tidak bisa melihat apa-apa. Aku jatuh dalam infinity jurang anjay. Udah sampai situ saja ceritanya. Sisanya aku sudah tidak bisa melanjutkan karena sangat gelap disini.

Yang kedua. Tempat pulang yang aku kira awalnya akan terakhir tenyata tidak sebaik harapannya. Tidak semua harap berujung pada tercapainya mimpi. Tidak semua harap memiliki ujung, kadang kita harus berharap seumur hidup atau berhenti seumur hidup.

Senin, 08 Februari 2021

Februari yang baru

Perjalananku semakin jauh saja.  Rasanya semua yang terlewati di tahun-tahun kemarin tidak pernah sejauh dua ribu dua puluh. Aku sengaja tidak menuliskan angka, itu membuatku takut. Aku sangat takut pada apa-apa yang pernah aku lewati di tahun itu. Waktu itu, lapar menjadi teman baik untuku, lelah menjadi konsumsiku sehari-hari menjelang tidur dan ketakutan mengikutiku kemanapun aku pergi. Di tahun itu semuanya menjadi sangat kelabu. Seolah-olah warna yang aku ingin dapatkan sebelumnya, tidak menyentuh kanvas sedikitpun.

Kegagalanku dalam berdagang, hutang uang, hutang moral, hutang kebaikan semuanya belum aku bayar di tahun itu. Aku di tolong oleh orang-orang baik yang pernah tumbuh bersamaku. Tapi tetap saja aku takut. Aku takut bahwa waktu itu tidak akan mendapatkan hidup yang baik, sebaik apa yang pernah aku inginkan.

Tapi aku berhasil melewatinya. Aku berhasil bertahan sampai aku ada di titik ini sekarang. Titik yang mengkonversi rasa takut menjadi syukur. Aku merasa hidup lagi. Aku merasa tidak setakut dulu. Everything seems brighter now. 

Februari yang baru. Dinginnya salju di tahun lalu kini berganti menjadi musim semi yang menumbuhkan banyak bunga. Padang yang dulu hanya tumpukan putih yang dingin, kini mulai warna-warni. Aku melayat ke luar pintu, ahhh aroma musim semi ini sangat memanjakan indera penciumanku. Lalu kakiku melangkah perlahan ke depan rumah dengan kaki telanjang dan merasakan tanah yang masih basah oleh sisa embun musim semi memberikanku energi yang cukup besar. Energi yang cukup untuk tetap hidup. Energi yang cukup untuk membuatku bercocok tanam dan menyiapkan bekal untuk musim dingin tahun ini.

Aku berlari menuju tengah ladang dan berbaring menikmati setiap partikel sinar UV mengubah pro vitamin D menjadi vitamin D yang akan menguatkan tulang-tulangku untuk lebih kuat lagi.

Semoga tahun ini aku kelebihan bahan makanan sehingga ada stok untuk musim dingin yang sebentar.

Jumat, 04 September 2020

Anjay.

You know what will happen if we are together? Yes, you're right. It's not gonna happen.

I was loving you for years, i keep this feeling for you bcs i know you're not gonna like me, or yeah, you just gonna tell your mother "Mom, i can't live with him. I know i'm not gonna be happy." Then you gone at our wedding days.

I know, i know i'm overthinking at something that not happen yet. But i can feel it. I can feel it, of course i do. I've pass a lot of unrequited love so you don't need to explain anything of what you feel cuz i already know. Sucks.

If there's a chance for me to say something to you, i'm gonna say "I love you and i dont know how much time i should take to wait someone after you. You just like, a finish line that i can't touch. I wish i could, but i cant, bcs i know if i push myself to touch you, then i'm gonna hurt myself bcs i know that is not me who you want to be a winner"

I know i want to spending life with you, but i do completely know you wouldn't. It's hurt, but it's ok. At least, you're fine. It's enough.

Someday, in a First Saturday of autumn, i'm gonna sit over the 7th Avenue. I'm gonna put my headset on and play some la la land song and sketch a koala and panda to remember that i've ever love you at its finest. Anjay.

Kamis, 03 September 2020

Posisi

Mencintai selalu tidak lebih menyenangkan daripada dicintai. Mencintai memiliki spektrum tanda tanya yang lebih besar dan ketakutan ada bersamanya. Mencintai selalu tidak menyenangkan ketika kita terjebak dalam jurang ragu-ragu antara harus terus maju atau mengelus dada dan mundur. Karena pada kenyataannya, mencintai tidak selalu berbalas, spesial untuk beberapa orang, mencintai selalu menyakitkan.

Hal yang paling aku benci dalam mencintai adalah adanya rasa ingin memiliki. Rasa itu tumbuh menjadi sebuah harapan dan harapan itu yang pelan-pelan menusuk kerongkongan bahwa ekspektasi kamu itu hanya akan membuat kamu tidak akan pernah menjadi siapa-siapa. Konsep cinta memang tidak harus memiliki emang tai. Iya, tai aku bilang. Munafik. Orang mencintai ya pengen memiliki. Pengen menghabiskan hari-hari bersamanya. Pengen maen-maen ke pasar malem. That's why people fallin in love. Mencintai adalah perihal merelakan dia bahagia dengan yang lain. Halah kontol. Mencintai itu pengen dia bahagia sama kita. Gamau sama orang lain. Ngapain jatuh cinta kalo akhirnya lo tersakiti? Bukankan cinta itu menyembuhkan?

Maaf aku marah-marah hehe. Warming up biar drama gitu ada konflik. Oke kita balik ke inti cerita. Cinta itu yang membuat kita punya ego, kita punya ego pengen memiliki, pengen dia bahagia, pengen dia ga pernah susah dan lain-lain. Itu namanya ego. Gaada cinta sejati tuh gaada. Semua cinta adalah ego. Tapi ego itu yang bikin kita bergerak.

Dari ego itu kita bergerak dari yang awalnya tempramen menjadi lemah lembut. Dari yang awalnya ngaret jadi tepat waktu. Dari yang awalnya miskin jadi kaya raya. Ego lah yang membuat itu semua, yang membuat kita bergerak.

Tapi ego juga yang bikin banyak masalah. Merasa diri paling capek, paling lelah, paling segalanya adalah ego yang menghancurkan hubungan dua orang, akhirnya yang terjadi permusuhan, saling ngatain dan benci. Makannya cinta dan benci itu hanya dipisahkan oleh satu benang tipis karena pondasinya sama-sama dari ego. Ambisi, keinginan, cita-cita atau apapun itu sebenernya ya itu ego. Sesuatu yang datangnya dari diri kita itu ego.

Jadi kalo ego sumber masalah, bagaimana bila kita menghindari ego?

Jawabannya bisa aja. Tapi ya harus tanggung konsekuensinya dan itu berat. Berat lah gila. Hidup tanpa ego gaada tujuan dan lo gabisa untuk gapunya ego.

Jadi gimana dong njingg?

Kembalikan semuanya ke yang di atas. Emang klise sih njir, tapi secara fitrah kita emang gabisa ngapa-ngapain. Bayangin kalo lo punya kontrol diri dan bisa ngapa-ngapain lo gaakan terluka sama omongan tetangga yang nyebelin kek bu tejo, atau pas di putusin lo diem diem bae, atau apapun itu lah. Fitrahnya kita lemah dan kita gabisa menghindari rasa sakit itu. Misal nih misal, lo pengen banget sama seseorang, ya cobalah cintai dia bukan karena lo, tapi karena Tuhan. Karena gini ya, masa depan kan gatau ya akan gimana, kita cuma bisa analisa pake prediksi. Ada beberapa kemungkinan. Yang pertama nih kalo lo sama dia ya syukur, tapi belum selesai, lo harus hidup sama dia kan, gimana kalo ternyata dia beda dari apa yang lo pikirkan, ternyata cara dia menghadapi lo bener-bener bikin lo ilfil atau yang lebih parah dia nerima lo karena kasian. Yang kedua ya lo ga jadi sama dia, penyebabnya banyak, bisa karena lo jelek, lo miskin, dia nganggep lo cuma temen, dia suka sama orang lain, banyak lah.

Cuma ada satu hal yang bisa ngontrol masa depan, yaitu keyakinan dan penerimaan. Yakin bikin lo punya tenaga yang cukup untuk hidup, ikhlas bikin lo punya tenaga yang cukup untuk bertahan. Udah nying itu doang. Dan siapa yang bisa bikin lo yakin dan ikhlas, yang nyiptain hati lo. Udah.

Mungkin tulisan ini logikanya loncat-loncat ya, bahasanya ga konsisten, kadang aku kadang gue, ga teratur paragrafnya, gapapa gue emang random. Ya suka suka gue lah, blog blog gue ye kan.

Intinya gue sedang merasakan sayang banget sama seseorang tapi gue gamau ada indikasi dalam diri gue untuk memiliki dia karena gue tau kalo gue pengen milikin gue bakal sakit hati. Karena gue cuma sayang sama dia dan gue gamau kehilangan dia tapi disisi lain mungkin aja gue lagi jatuh cinta sendirian gitu. Intinya gue takut, ya itu tadi, kenapa mencintai itu selalu tidak enak karena kita ada di semesta tanda tanya yang entah bagaimana ini cara menjawabnya. Gue harus ngubek-ngubek semesta ini? Jadi hal yang paling baik yang bisa gue lakukan adalah berdo'a kepada Tuhan agar bikin perasaan sayang gue ini tidak bersumber dari ego gue, tapi dari kasih sayang Tuhan ke gue yang pengen dia sama gue. Toh suatu saat juga bisa aja gue yang mati duluan atau dia, jadi ya itu, kalo awalnya pengen milikin, pas udah dimilikin rasa itu bakal ilang. Tapi kalo di pasrahkan ke Tuhan, Ia kan abadi, jadi gaakan ilang-ilang kalo rasa sayangnya Tuhan yang restui. Gimana ya gitu lah pokoknya.

Tapi untuk ikhlas itu berat. Gue tipikal yang ga punya cadangan gebetan, jadi kalo lagi deketin satu gebetan, yaudah gue fokus, gue tunjukan komitmen gue gitu, pas dia ilang atau dia gamau sama gue, bingung, gue butuh waktu yang lama gitu buat ngebangun lagi.

Dari semua ini, inti semua ketakutan gue adalah : harus berapa lama lagi setelah ini gue menunggu jika cinta yang satu ini gagal? 





Jumat, 12 Juni 2020

Download Buku Puisi Musim Gugur Berbunga Karya Trisandi Ismiradz

Haii Sahabat Pembaca,

Apa kabar? Semoga kalian semua sehat-sehat yaa.
Ada kabar gembira !!!
Jadi ceritanya aku bikin buku kumpulan puisi yang berjudul Musim Gugur Berbunga. Semua puisi di buku ini adalah hasil karya aku. Setelah melalui banyak hal akhirnya buku ini terbit juga secara independen.





Musim Gugur Berbunga secara keseluruhan adalah sebuah refleksi dari keresahan penulis selama ini tentang hal-hal manis dalam setiap kepatahan. Misalnya dibalik sebuah penolakan, ada kesempatan untuk menjadi atau mencari yang lebih baik, dibalik kesusahan, ada sebuah pecut yang memacu untuk bergerak lebih cepat dan hal-hal buruk lainnya yang beriringan dengan hal baik.
Musim Gugur Berbunga berarti dalam keadaan terburuk sekalipun, selalu ada hal baik, seperti akan selalu ada bunga tumbuh bahkan saat musim gugur.

Kabar baiknya lagi, aku bagiin gratis lohhh buat kalian !!!
Tapi kalo boleh aku minta feedback dari kalian dengan membagikannya kepada kerabat atau sahabat kalian, update di instagram atau twitter dengan menyertakan nama Trisandi Ismiradz sebagai penulisnya dan kalo boleh bacakan beberapa puisi yang kalian suka.

Mohon segala bentuk posting/pemakaian puisi-puisi di buku tersebut selalu menyertakan judul dan nama penulis sebagai bentuk apresiasi yang besar dari kalian kepada penulis kecil ini.

Kalian bisa download buku kumpulan puisi Musim Gugur Berbunga disini

Selasa, 02 Juni 2020

Download Naskah Sinepodcast Daramuda "Memulai Kembali"


SINEPODCAST DARAMUDA

Sinepodcast Daramuda (Drama antara aku dan dia) dikemas secara monolog yang ditulis dan produksi sendiri. Daramuda memiliki cerita dengan konflik yang cukup ringan dan mudah di dengar.
Daramuda mmemulai kembali menceritakan tentang Alia, Tama dan Gilang. Kehidupan remaja yang dikemas secara manis dalam balutan plot-plot yang dinamis. Semoga temen-temen semua dapat menikmati Daramuda. Podcast audio drama pertama di Indonesia.
Buat kamu yang mau baca naskah dari Sinepodcast ini sudah bisa di download disini.

Terimakasih banyak sudah mendengarkan dan mengapresiasi, sahabat dengar :)

Sabtu, 25 April 2020

It's Ok To Say Goodbye

Awal tahun ini aku memiliki pacar, untuk pertama kalinya setelah 10 tahun terakhir. Wow. Pertemuan kita terjadi dari arah yang tidak disangka-sangka.

Selama pacaran kita memiliki banyak waktu untuk bersama, kita piknik ke kebun teh, kita melawan monyet di hutan pinus bersama, nonton bioskop, karokean dan lain-lain.

Namun ternyata banyak perbedaan yang kita miliki selama ini, perbedaan yang memang tidak bisa disatukan. Seperti misalnya sikap, aku yang mencoba untuk memiliki hubungan yang hangat dengan percakapan, dia yang dingin dan tidak bisa mengembangkan percakapan. Selera musik kita. Cara kita menghargai waktu bersama. 

Awalnya aku berpikir bahwa apapun kekurangan dia dalam hubungan ini aku mencoba sebaik mungkin untuk menerima, aku ingin belajar untuk jadi versi terbaik diriku dalam menjadi pasangan. Namun ketika seorang teman memberitahu aku bahwa menghargai pasangan memang penting, tapi jangan sampai melupakan dirimu. dari situ aku sudah mulai sadar bahwa kita memang beda.

Akhirnya aku mencoba untuk mengkomunikasikan apa yang aku rasakan dan dia setuju-setuju saja. Setelah beberapa waktu, dia tetap saja seperti itu, dari situ aku sudah yakin bahwa kita memang beda.

Lalu pada suatu malam, kita berdiskusi lagi, setelah emang setelah berdiskusi banyak, ternyata prioritas kita berbeda, akhirnya kita sepakat untuk tidak bersama lagi. Kita berpisah dengan baik-baik.

Pesan yang ingin aku sampaikan adalah it's ok to say goodbye.

Banyak orang yang terjebak pada hubungan yg tidak sehat karena terlalu takut untuk melepaskan. Padahal, kamu juga berhak bahagia. Cinta itu hubungan dua arah. Dalam sebuah hubungan, saat kamu mencintai seseorang, kamu juga harus merasa dicintai.

Bila kamu merasa tidak dicintai, maka komunikasikan, jika pasanganmu mencintai kamu juga, dia akan berusaha untuk berubah, jika tidak berubah berarti memang tidak cocok. Jangan dipaksakan sebelum terlalu jauh. Tidak semua kepingan puzzle harus ditemukan dalam sekali coba.

Mungkin berat karena sudah terlampau melewati waktu yang lama dengannya, namun coba tanyakan ini kepada dirimu, karena yang tau kamu adalah kamu sendiri. "Jika saya menikah dengannya, apakah kekurangannya bisa saya terima?"

Menurutku ada juga kekurangan yang bisa kita terima. Misalnya, karena aku orangnya cenderung santai, maka jika pasangan aku keras kepala aku bisa menerima. Karena ketika memikirkan menikah, anggap saja kamu tidak punya kesempatan untuk berpisah. Maka, kamu harus memikirkan matang-matang, apakah hubungan kamu sudah baik atau malah toxic?

Sayangi dirimu, lalu kamu bisa menyayangi apapun di dunia ini.