Selasa, 07 April 2015

Melankolis

Selamat malam penjelajah rindu.

Malam ini gue lagi melankolis. 

Sepertinya perasaan ini meledak-ledak meminta ungkapkan dalam kesyahduan kata-kata. Menuruti setiap gestur hati dalam jangkauan rindu yg teramat dalam, mencoba menjangkau imajinasiku tentangmu yg terkadang menggoyahkan kekokohan pilu.

Aku tak tau mengapa aku haus akan senyumanmu. Bagaikan sepotong roti tanpa selai kacang, hari-hariku kurang nikmat tanpa garis indah melengkung di bibirmu. Entah apa yg membuatmu begitu mempesona. Kau terlihat seperti langit sore yg berhiaskan senja warna merah teduh. Aku merasa nyaman dengan langit yg kau ciptakan, kau membuatku terhempas ke musim semi yg indah. Dimana tanaman dan cinta tumbuh bersama dalam kebisuan.

Dalam khayal, kita berlarian di padang rumput yg luas bak taman nirwana. Kau tersenyum sambil berlari membawaku ke padang ilalang. Lalu kau merentangkan tangan. Kau terpejam dan berputar-putar. Menikmati setiap hembusan angin yg mengibaskan rambutmu yg ringan. Kau menuntunku manja menuju tengah padang. Sambil tersenyum kau memetik satu ilalang, kau menatapku dalam kesunyian yg kita ciptakan, tatapanmu jauh menguliti hatiku. Lalu tanganmu yg mungil memelukku erat. Aku terpejam, menengadah ke langit dan menikmati syukur atas dirimu. Kau lepaskan pelukanmu dan kembali menatapku, belinang air kasih di matamu, seraya kau berkata "San, jangan buat aku mencintaimu lebih dalam dari ini. Aku tak bisa menahan kamu yg ada dalam diriku untuk bertemu dgn dirinya sendiri. Jika seandainya kau membuatku jatuh cinta lebih dalam dari ini, aku akan terbunuh oleh cintaku sendiri jika nanti kehilanganmu"
Aku hanya bisa menatapmu. Menyeka air matamu dan memelukmu lagi. Pelukan layaknya yg terakhir. Aku tak bisa melepaskanmu dalam pelukan ini. Lalu kita jadi kembar siam.

Tamat.

Selamat malam. Selamat tidur.

Senin, 06 April 2015

Wawancara diri sendiri : Jatuh Cinta Diam-Diam

Selamat malam pengumpul rindu.

Jam tidur gue udah mulai berantakan. Kemaren malem gue ga tidur gara-gara ngerjain gamtek. Padahal kan gue anak kimia, bukan anak teknik. Kan harusnya gue ga belajar gamtek dong. Tapi belajar reproduksi. Hahaapasih.
Gara-gara gue ga tidur semaleman, akhirnya gue skip matematika. Maapin aim yah.

Hari ini tadinya gue mau nulis lanjutan dari the power of love. Tapi kayanya gue lagi stuck mau nulis apa. Dari pada ngomong ga jelas, mendingan ngomongin sesuatu aja.
Enaknya ngomongin apa yah. Emmmm ngomongin pembalut, gue ga ngerti. Ngomongin Osama Bin Laden? Apalagi. Emmm bentar mikir dulu. Oh gimana kalo ngomongin soal jatuh cinta diam-diam?
Nah itu asik tuh. Oke, berhubung gue jomblo mempesona dan ga punya pasangan utk di ajak ngobrol, gue akan mewawancarai diri gue sendiri.

Gila? Bodo amat. Soalnya orang sukses adalah orang yg awalnya di anggap gila. Gokil.

Hai, selamat malam, lo sandi ya?

Iya lah. lo kate gue babi.

haha, santey napa san. Jadi gini gue mau nanya beberapa hal. Kan lo jomblo nih, biasanya kan jomblo suka pernah mendapatkan pengalaman cinta yg mengenaskan. Nah, gue mau nanya tentang jatuh cinta diam-diam. lo pernah ga jatuh cinta diam-diam?

Pernah. Pernah banget.

Kapan?

Dulu. Waktu badan gue masih berbulu.

Menurut lo apa sih jatuh cinta diam-diam?

Menurut gue, jatuh cinta diam-diam itu adalah saat kita suka sama seseorang, tapi kita ga mengungkapkannya. Memendam dalam-dalam lalu menggalinya lagi. Dan terus seperti itu.

Oke, terus kenapa sih lo memilih jatuh cinta diam-diam? Padahal kan lo bisa ngungkapin ke dia lalu hidup bahagia bagai cerita sinderela.

Terkadang ada banyak alasan yg membuat seseorang jatuh cinta diam-diam. Mungkin banyak yg berpikir kalo orang yg jatuh cinta diam-diam adalah pengecut. Pemikiran itu tuh sama aja kaya lu nemuin maling kutang terus lu pukulin sampe bonyok. Padahal itu bukan kutang lu. Terlalu egois kalo lu menyimpulkan bahwa yg jatuh cinta diam-diam adalah pengecut.
Menurut gue, alasan seseorang jatuh cinta diam-diam adalah karena dia tidak punya hal yg lebih untuk membuat si doi bahagia. Misalnya hal itu adalah duit. Dengan keadaan yg seperti itu apakah dia harus memaksakan diri agar si doi jadi pacarnya?. Apakah dia akan merasa nyaman saat dia tidak bisa membahagiakan si doi?. Gue rasa ngga.

Lah, bukannya kebahagiaan bukan tentang materi aja san?

Memang. Tapi hidup kita juga harus rasional. Butuh perhitungan akusisi presisi musisi isis. Kaya gini deh. Gue bisa membuat lo tertawa setiap hari, tapi apakah lu ga bakal laper?

Apakah itu yg lu rasain saat jatuh cinta diam-diam?

Iya sih. Itu cuma alasan kecil. Alasan utamanya adalah karena gue belum mau ada jarak sama dia. Gue masih suka ngeliatin dia yg manis. Gue masih menikmati tidur telat karena memikirkan dia. Gue masih seneng senyum-senyum sendiri di jalan pulang, menatap langit yg penuh dgn wajahnya. Gue masih menikmati saat-saat gue mengadu sama alloh tentang dia. Gue masih juga suka nulis sesuatu untuk mencari perhatian dia, meskipun pada akhirnya gue tau kalo dia ga bakal baca tulisan gue.

Seperti apa yg lu lakuin sekarang?

Iya.

Oke. Tapi apakah dia sadar kalo lu sedang jatuh cinta sama dia? Apakah sikap lu jadi berubah gitu sama dia?

Kayanya ngga. Soalnya gue juga memperlakukan dia kaya temen-temen gue. Gue sering ngelawak depan dia, gue sering haha-hihi sama dia. Makannya menurut gue orang yg jatuh cinta diam-diam itu ga bisa di tebak. Mungkin aja dari sekian banyak temen cewe gue juga ada yg menaruh hati sama gue. Ya siapa sih yg ga suka sama cowo seksi kaya gue? Rambut gondrong lagi. Udah mirip banget sama Vino G Bastian. Makannya kalo ngaca gue suka ngomong ke kaca "Hai vino. Kok sekarang perut nya gendutan? Transgender yah?" Hahaanyeeng

Oke, dasar gila lu san !. Next question. Jatuh cinta diam-diam sakit ga sih?

Ngga. Lebih sakit kalo lu ga bisa bahagiain orang tua lu. Haha.

Biasanya sampe kapan sih lu bisa bertahan dgn cinta diam-diam ini?

Sampe gue sadar kalo gue emang bukan yg terbaik buat dia.

Caranya lu tau kalo lu bukan yg terbaik buat dia?

Ketik REG KAMU kirim ke dokter kuku.

Ah lu san ! Becanda aja bawaannya. Oke, last question. Karena gue juga udah ngantuk dan besok harus masuk jam 8. Pertanyaannya, kapan terakhir kali lu jatuh cinta diam-diam?

Detik ini.


Udah.
Selamat malam :)

Kamis, 02 April 2015

Kekasih setetes embun.


Kepadamu wanita yg akan berdiri satu shaf di belakangku.

Dariku calon imammu di jam 05.02 WIB.

Selamat pagi kekasih surgaku.

Seusai sholat shubuh, tiba-tiba aku terpikirkan kehadiranmu di belakang shafku. Lalu aku merenung. aku memproyeksikan diriku jauh ke beberapa tahun ke depan, dimana aku yg waktu itu sudah menjadi halal bagimu.

Pagi-pagi sekali, saat fajar masih malu-malu untuk menghias langit, kau akan membangunkan aku dgn rambut yg masih acak-acakan. Dgn senyuman manis di wajahmu, kau akan memaksa aku untuk berjamaah sholat shubuh. Mungkin aku yg ada di masa depan akan sedikit malas bangun karena aku tidur jam 2 pagi seusai menyelesaikan pekerjaanku, tapi aku yakin kau tidak akan marah, kau akan memperlakukan aku layaknya seorang anak kecil yg susah bangun. Kau akan bergegas ke kamar mandi, lalu kau mengambil sedikit air dan mengusapkannya kepada mukaku. Lalu aku terbangun.

Kau akan merengek manja saat aku masih duduk di atas kasur, kau akan bilang "ayoo doong wudhu, kamu tega gitu liat aku sholat sendirian tanpa imam? Cepet wudhu iih. Biar anak kita ganteng.". Lalu dgn sedikit gontai aku akan bergegas ke kamar mandi dan mengambil air wudhu.

Setelah itu, kau memakai mukena mu dan aku memakai sarung dan kopiah. Saat aku mengucapkan takbir, kau dan aku mengkhusyukan diri kepada alloh. Menyerahkan semua do'a yg terlafal dalam bacaan sholat kepada-Nya, dzat yg akan mempersatukan kita dalam surga yg abadi. Kelak.

Lalu aku mengucapkan salam, diikuti olehmu dgn suara lembut yg mengucapkan salam juga. Lalu aku menoleh ke belakang, menatap wajahmu yg tergambar diantara mukena yg kau pakai. Kau menjulurkan tanganmu dan mencium tanganku, lalu aku menciummu dan mengalirkan do'a lewat bibir yg bersentuhan dgn keningmu.

Kau tau apa yg aku do'akan?

"Ya alloh, jadikan lah dia istri yg sholehah, jadikan dia ibu yg akan mendidik anak-anakku dgn kasih sayang, jadikan dia bidadari yg akan mengajari anak-anakku ilmu agama, jadikan dia wanita paling sabar se galaksi bimasakti ini agar dia bisa meluluhkan ego ku yg terkadang tak terkendali, jadikan dia juru masak yg hebat sekali agar bisa mencukupiku dgn makanan yg lezat dan bergizi dan jadikan dia wanita multitalent yg paling keren yg pernah aku miliki"

Di pagi hari, sebelum aku berangkat kerja, kau menyediakan sepotong roti dan secangkir teh manis untuk sarapan pagi ku. Kau akan menyemangatiku agar giat bekerja dengan mimpi-mimpi yg kita bangun bersama. Terus seperti itu sampai aku sudah tak cukup tenaga untuk bekerja dan semua mimpi sudah hampir terpenuhi. Lalu kita menua.

Saat tua nanti, kita akan duduk berdua di balkon rumah, menatap pegunungan, menikmati kehangatan dari syal yg dililitkan di leher kita masing-masing dan saling berpegangan tangan.

Lalu aku menatapmu yg sudah tak cantik lagi dan berkata "Kamu jelek yah sekarang, tapi ada satu hal yg ga pernah berubah dari kamu. Kamu mau tau apa?". Kau tersenyum dan berkata "gamau ! wleee". Dgn jengkel aku berkata, "iih serius". Kamu pun penasaran "ya udah apa?". 
Tapi aku tidak akan langsung menjawab. Aku diam sejenak. Memandangi setiap rambut putih di kepalamu. Lalu "kamu masih keren, bahkan aku tak mengingat kapan terakhir kali aku mengenalmu, karena kamu selalu sama seperti saat pertama kali aku kenal". Lalu kau menyandarkan kepalamu di bahuku. Dan saat itulah kita menjadi dua orang yg telah saling menyempurnakan. This is goal relationship.

Aku akan menjadi laki-laki paling beruntung diantara 7 lapis bumi dan 7 lapis langit karena kelak aku akan menjadi imammu sampai tua. Amin.

Aku sekarang memang sedang sendiri. Mungkin aku masih belum cukup belajar untuk jadi manusia yg lebih baik dari sebelumnya. Mungkin juga aku sedang di persiapkan jadi manusia yg lebih baik, agar saat bertemu dengan dirimu, aku sudah dalam keadaan yg lebih keren dari aku yg sebelumnya. Tak apa jika kau sudah pacaran sama yg lain. Tapi tolong jaga dirimu baik-baik seperti aku yg menjaga diriku baik-baik. Aku yakin, jika kau jodohku, walalu kita terbentang jauh seperti adam dan hawa saat turun ke bumi, kita akan bertemu dan menghalal dgn cara yg indah.

Seusai merenung, aku kembali pada diriku yg sekarang, membuka laptop,log in ke blog, lalu menulis seperti apa yg sedang kamu baca sekarang.

Wahai masa depanku, semoga kau berada dalam lindungan Alloh SWT.
I Love You. Jangan lupa senyum yah :)

Selamat pagi manis.

Rabu, 01 April 2015

Mata Pelajaran Cinta : The Power Of Love Part 'Cemburu'

Selamat malam blogger yg sedang jatuh cinta.

Cinta tak perlu diundang untuk datang. Cinta juga tak perlu dipaksa agar terasa. Cinta hanya perlu di nikmati saat ia masih ada dan sekarang gue lagi menikmati indahnya jatuh cinta. Cie.

Gue lagi kasmaran. Gue ngerasa bahwa cinta ini semakin berbunga saat tadi si doi keliatan begitu istimewa. Doi cantik banget hari ini, jadi gak sabar pengen ganteng, biar cepet di terima oleh teman-temannya.
Karena gue sedang jatuh cinta, mata pelajaran cinta yg bakal gue tulis kali ini adalah segala sesuatu yg pernah gue alami tentang bagaimana kekuatan cinta membuat gue melakukan hal-hal yg di luar nalar.

Mungkin lo pernah melakukan hal-hal yg aneh saat jatuh cinta, misalnya bela-belain keluar saat badai salju cuma buat beli nasi goreng gara-gara dia yg lo cinta lagi kelaperan atau lo berubah jadi orang lain saat lo jatuh cinta hanya karena ingin mendapatkan perhatian si doi. Gue rasa itu wajar. Karena gue pun pernah melakukan itu.

Jika gue di tanya apa itu cinta, gue bakal jawab "gatau". Soalnya saat jatuh cinta, otak gue terlalu sibuk memikirkan doi sehingga ga ada waktu buat mikirin apa itu cinta. Yang jelas cinta mampu membuat gue merasakan bahagia yg tak terdefinisikan. 
Apalagi kalo gue tidur dalam pangkuan si doi, terus rambut ini di elus-elus, terus dia mengusap setiap keringat yg ada di kening gue dan doi berkata "kamu bau jengkol ih. Tapi kalo misalkan aku di takdirkan untuk hidup kembali, aku akan tetap milih kamu". Jika itu terjadi, gue bakal kebingungan mengucapkan terimakasih ke alloh atas bidadari yg sedang dalam pelukan ini.

Rasa cinta yg saat ini gue rasakan mengingatkan gue pada rasa cinta yg pernah gue rasakan dulu.

Tapi saat ini gue ga bakal membahas pengalaman gue yg indahnya mencintai, karena cinta tidak selalu diartikan dgn sesuatu yg indah. Cinta itu banyak bentuknya, salah satunya adalah cemburu. Dan gue bakalan bahas cerita gue tentang cemburu pada Mata Pelajaran Cinta kali ini.

Gue pernah melakuan hal di luar nalar saat cemburu dulu dan gue baru sadar bahwa itu tindakan bodoh saat gue sekarang udah ga jatuh cinta lagi sama dia.

Jadi gini ceritanya. Waktu itu gue masih SMA dan masih suka darmaji (dahar lima bayar hiji) di kantin. Meskipun gue waktu itu jelek,gendut dan aneh, tapi gue adalah terong-terongan yg tidak terakreditasi oleh standar cabe-cabean Tasikmalaya. Lah apa bagusnya ya?.

Oke. Skip.

Saat itu gue baru aja abis di selingkuhi sama tukang batagor, gue ngerasa hampa. Hari-hari gue terasa begitu datar. Saking datarnya, mungkin kalo misalkan ada gempa bumi, orang lain pada lari, gue cuma bisa diem, soalnya gempa yg gue rasakan saat itu ngga seperti gempa yg meluluhlantahkan hati gue saat diselingkuhi. Hahaapasih.

Tapi waktu itu, ada temen sekelas gue yg tiba-tiba mempesona sampe gue jatuh cinta. Namanya polisakarida. Tapi gue ga bakal ngebahas tentang bagaimana gue bisa jatuh cinta dan gimana akhirnya. Gue cuma bakal nyeritain hal konyol yg gue lakuin karena cinta. Soalnya cerita si Polisakarida ini bakal gue angkat dalam Mata Pelajaran Cinta dgn judul yg berbeda.

Singkat cerita gue udah jatuh cinta sama polisakarida. Tapi dia ngga menunjukkan hal yg sama ke gue, jadi ya gitu, gue cuma bisa diem, mangap bego lalu jongkok di WC duduk.
Singkat cerita lagi. Waktu itu gue lagi latian teater untuk pementasan depan presiden uruguay. ngga ketang. Gue latian teater untuk memenuhi salah satu nilai seni.
Waktu lagi asyik-asyiknya latian teater, kalo gak salah waktu itu gue lagi adegan mencabuli domba betina. Diantara keringat yg menetes dan dibawah langit yg agak kelabu, secara tiba-tiba doi ngajak pacarnya ke sekolah. 

Gue ngeliat dia.

Dengan backsound lagu dangdut yg berjudul 'nelangsa gini anjir' (entah ada atau ngga lagu itu), gue mangap dan gak percaya dia udah punya pacar (soalnya dia jelek dan gue ngerasa cuma gue yg paling bisa nerima dia apa adanya. Waktu itu). Gue teriris oleh perlakuannya, saking lama teriris, gue menjadi potongan kecil yg siap di goreng. Karena gue gatau apa seharusnya gue lakukan untuk meredakan gunung cemburu yg akan meletus, akhirnya gue jedot-jedotin kepala ke papan tulis. Sehingga mengganggu jalannya latihan teater.
Entah apa yg menjadi motivasi gue jedot-jedotin kepala ke papan tulis, namun waktu itu gue tau kalo gue lagi cemburu dan mungkin gue cuma pengen dia tau kalo gue cemburu. Gue cuma pengen dia tau kalo gue cinta sama dia.
Lalu setelah itu dia marah-marah sama gue. Dia bilang gue aneh. Dia bilang "lo bisa ga sih diem ! ganggu tau! aneh !". Gue diem. Karena dia berubah jadi manis banget kalo lagi marah.

Udah gitu doang ceritanya. Gimanaaa?. Haha

Mungkin banyak orang yg menganggap kalo cemburu adalah hal yg gak baik. Hal yg ribet. Tanda gak percaya. Atau apapun itu. Tapi menurut gue, cemburu itu tanda bahwa dia mencintai lo. Namun terkadang ada orang yg tidak bisa mengontrol rasa cemburunya, ditambah lagi oleh adegan sinetron yg cenderung melebih-lebihkan orang yg sedang cemburu sehingga kita menganggapnya cemburu itu membuat cinta jadi gak asyik. 

Dari apa yg sudah gue alami bersama polisakarida, gue ngerasa bahwa gue yg saat itu cemburu adalah gue yg sedang mencintai dia banget. Gue cemburu sehingga jedot-jedotin kepala ke papan tulis. Untung gue gak melakukan hal yg lebih bodoh dari itu. Misalnya gue pura-pura kesurupan terus mencekik dia, sambil melotot dan berkata "KAMU KETEKNYA BAU !".

Ya mungkin waktu itu gue emang ga bisa mengontrol rasa cemburu sehingga gue melakukan hal bodoh. Atau lebih tepatnya gue ga bisa mengontrol rasa cinta yg terluka karena dia yg udah jadian sama orang lain.

Mungkin di cukupkan sekian dulu guys. 
Nanti part 2 nya akan segera muncul di permukaan blog ini.
Cemburu itu baik, asalkan pada batasnya.
Selamat berubah.

Minggu, 29 Maret 2015

Mata Pelajaran Cinta : Tentang Tomboy Part 2

Selamat jam segini mahluk sosial.

Kita udah nyampe ke hari yg paling jauh ke hari minggu. iya, senin. Dimana segala aktivitas kembali seperti semula dan kehidupan kembali membosankan.
Makannya jangan sia-siakan weekend guys. itu adalah harinya kita bersantai dan berlibur ria. Apakah weekend kalian kemaren sudah diisi dengan hal-hal yg positif? misalnya membuat orang tua tesenyum? atau mungkin lo mengisi weekend ini dgn jualan istri orang? Jangan sampe deh. Ntar bisa jadi ribet.
Lagian, ngapain weekend di rumah, kaya penyu aja. Keluar dong ! Biar seru guys.

Kaya gue dong. kemaren pagi gue lari ke CFD dago. Terus makan cilok telor, udah gitu ketemu temen SMP yg sekarang udah jadi Praja IPDN. Namanya faisal rahman. Mukanya mirip asep suaji, stand up comedian itu loh yg giginya tertarik gravitasi ke depan.
Oke. Bukan asep suaji yg bakal gue bahas.

Well, meskipun agak molor dari janji yg seharusnya, pada kesempatan ini gue bakal nulis part 2 dari 'Tentang Tomboy'. Setelah menuai kesuksesan dengan 8 orang pembaca di seluruh penjuru dunia, gue ngerasa Tentang tomboy part 1 harus ada lanjutannya. Biar kaya sinetron gitu.

Awalnya di part 2 ini gue bakal nyeritain 2 cewe tomboy lagi, tapi setelah memikirkan beberapa pertimbangan, gue mengurungkan niat. Hanya ada satu yg bakal gue ceritain nanti.
Bukan karena pelit berbagi cerita, namun ada sesuatu yg membuat gue takut. Soalnya cewe tomboy yg satu nya lagi sekarang berprofesi sebagai begal. Gue takut kalo dia baca tulisan gue, ntar cowonya (yang juga begal) marah. Marahnya seorang begal itu sangat mengerikan guys, lo bayangin, dia gak marah aja bisa ngebacok orang, apalagi marah. Bisa-bisa gue di kurusin. Ntar kalo gue kurus, gak lucu lagi dong. Kalo gak lucu lagi, gue ga bakal dapet cewe. Kalo gue ga dapet cewe ntar ga bisa nikah. Kalo gue ga bisa nikah ntar bokap nyokap gue frustasi. Kalo mereka frustasi ntar gue di kutuk jadi wc duduk. Jadi kesimpulannya begal bisa membuat gue jadi wc duduk. Maaf yah.

Di dalam part 2 ini gue akan menceritakan tentang buku yg gue baca dan apa hubungannya dgn cewe tomboy yg namanya peristaltik.

Ayo kita mulai.

Jatuh cinta memang membuat gue agak geli. Contohnya kalo gue ketemu sama si dia. Jantung yg gue punya akan berhenti bertugas sejenak, gue menahan nafas lalu beol. haha. Gue akan menahan nafas, gak ngapa-ngapain, lalu saat dia menjauh, gue bakal bilang dalam hati "dia masih saja seperti itu, mempesona.".
Bahkan, saat jatuh cinta, gue gatau apa yg membuat dia begitu istimewa. Hal kecil yg dia beri ke gue seperti senyuman aja bisa membuat gue merasa spesial di dunia ini.
Meskipun nggak terlalu cantik, tapi dia itu keren. Menurut gue, kalo seorang cewe punya cantik doang, dia akan hilang termakan waktu, seiring dgn dia yg gonta-ganti cowo. Tapi kalo cewe keren, dia akan terus seperti itu. Dia akan selalu istimewa dan mencintai lo dgn cara yg keren pula.

Dalam hal cinta, sebenernya gue type pemilih dalam berhubungan, bukan pemilih dalam hal fisik, namun lebih ke kepribadiannya. Gue rasa semua cowo atau cewe pun sama. Soalnya yaa masa kita mau menjalin hubungan sama orang yg ga nyambung sama kita. iya ga?

Kalo gue sendiri lebih suka sama cewe yg becandaannya nyambung sama gue. Soalnya banyak cewe yg menimpali candaan gue cuma pake 'haha' doang. kalo gue terjebak dalam hubungan yg seperti itu, otomatis gue cuma jadi badut yg jadi bahan 'haha'-an nya si cewe. Gitu. Dan mungkin cewe yg bisa nyambung sama gue itu adalah cewe tomboy.

Menurut pemikiran gue yg jenius, cewe tomboy itu keren, jago olahraga, bisa berbaur dgn semua jenis makanan, ga ribet, hidupnya enjoy dan masih banyak lagi.

Namun terkadang, apa yg gue lihat di diri gue belum cukup untuk mendapatkan hati seorang cewe tomboy. Gue cuma punya lucu, itupun kadang garing. Gue ga punya skill dalam olahraga, jangankan untuk bermain futsal atau basket. Jalan ke kamar mandi aja gue ngos-ngosan. iya, soalnya kamar mandinya ada di nepal.
Jadi pas gue ngedeketin dia, gue adalah pribadi yg nanggung.

Sekitar satu bulan yg lalu, gue PDKT sama seorang cewe tomboy. Namanya peristaltik. Awalnya sih asik, basa-basi garing dan gitu-gitu deh. Namun, diperjalanannya, ada sesuatu yg menggoyahkan dan mungkin ngasih tau gue. Sesuatu itu namanya koala kumal.

Jadi waktu itu gue lagi asik-asiknya baca buku, judulnya koala kumal dari raditya dika. Bab demi bab gue baca dgn haha-hihi. Lalu ada sebuah judul yg menarik perhatian gue, yaitu Balada Lelaki Tomboy.
Dalam ekspektasi gue, bab ini bakal nyeritain raditya dika yg sadar bahwa dia kecewe-cewean lalu berubah total jadi lelaki yg sebenarnya biar bisa dapetin cewe.
Pas dibaca ternyata bukan itu. Jadi, di bab ini nyeritain tentang raditya dika yg pacaran sama cewe tomboy yg namanya deska. Nah si deska ini emang udah akut banget tomboy nya. Tapi pas pacaran, si radit ngerasa nyaman karena deska ini ga ribet kaya cewe lainnya. Nah, udah baca sampe sini gue udah mengawang-ngawang kalo misalkan gue jadian sama peristaltik, gue bakal kaya radit sama deska, pacarannya asik dan memang itulah yg gue harapkan dari sebuah hubungan - cara radit dan deska pacaran.

Terus gue lanjutin baca balada lelaki tomboy nya. Waktu itu diceritain bahwa deska satu kompleks sama temen SMP-nya, namanya Astra. Lalu deska cerita ke radit soal Astra. Katanya Astra ini adalah cowo yg digandrungi oleh banyak cewe pas SMP, tapi sekarang jadi jelek. banget. banget. haha.  Radit pun menanggapinya dgn santey.  Lalu radit di kenalkan sama astra setelah mengantar deska pulang. Setelah itu, Astra jadi sering main ke rumah deska. Tapi radit tetep nyantey. Bahkan saat deska minta izin ke radit mau pergi berdua sama Astra, mau beli kaset bokep. haha. ngga ketang. Mereka mau beli kaset jet li. Radit cuma bilang "oh ya udah gak papa".

Lama kelamaan Deska mulai berubah. Radit mulai ngerasa ada yg gak beres dgn hubungannya.
Terus tiba-tiba, tidak ada hujan tidak ada bang jali, deska menelepon radit "ada yg pengen aku omongin sama kamu". Setelah bertemu, deska bilang dia mau putus. Lalu mereka putus.


Sebulan kemudian, deska ngasih tau radit kalo dia udah pacaran sama Astra. Kalimat terakhir yg deksa katakan adalah "iya. kamu baik-baik yah". Kayanya sakit deh.

Rasa percayanya pada deska secara gak langsung telah memupuk rasa nyaman deska terhadap astra dengan "oh ya udah gak papa"-nya.

Terus apa hubungannya buku yg gue baca sama si peristaltik?

Ada kalimat dari raditya dika yg gue rasa paling mewakili alasan gue menjauh dari si peristaltik. Gue kutip.

".... Setelah gue pikir-pikir, apa yg dilakukan oleh Deska mirip dgn apa yg dilakukan oleh cowok-cowok pada umumnya : cepat ganti hati kalo ada yg baru. Gampang berpaling. Ternyata, Deska juga lebih cowok dari gue untuk urusan hati" - Raditya Dika


Sebenernya apa yg diceritakan oleh radit, pernah gue alami dalam sebuah kejadian, gue pernah terlalu percaya sama pacar gue hingga akhirnya dia pergi bersama orang yg awalnya cuma temen. Tapi, bukan itu yg pengen gue bahas disini. Itu nanti aja kalo udah ganteng.

Gue tau kalo mencintai itu butuh keberanian, tapi setelah baca novel ini, gue jadi takut. Kalo misalkan gue nerusin pdkt trus kita jadian dan ternyata dia lebih tomboi dari gue, lalu dia jadian sama orang yg awalnya cuma temen. terus dia mutusin gue. terus gue jadi kurus. terus gak lucu lagi. terus bokap nyokap gue frustasi. terus gue dikutuk jadi wc duduk, gimana? Haha. Becanda guys.

Gue takut si peristaltik melakukan apa yg deska lakukan.

Karena apa?

Karena gue belum bisa kehilangan dia.

Gitu.

Kadang, dalam lamunan malam, gue masih pengen ngejailin dia di chatting. Tau kabar dia gimana. Ngucapin selamat pagi. Berdiskusi tentang banyak hal. Tapi mungkin semesta berkata lain. Gapapa. Nanti gue bakal belajar untuk siap kehilangan, tapi untuk sekarang gue masih menikmati bentuk perasaan yg cepelti inih.
Dia itu keren. I love you.

Ya gitu aja deh. Semoga bermanfaat.
Bahagiakan orang yg anda sayangi sebelum dibahagiakan oleh orang lain.
Selamat aduh-aduhan.