Selasa, 17 Januari 2023

Bagaimana rasanya patah hati?

Hallo semua!

Setelah perjalanan 1 tahun tanpa menulis karena mungkin gue terlalu senang, seseorang ada di samping gue, sehingga gue gak ada jeda untuk bersedih. Sedih sih, tapi gue gak mau nulis aja. Akhirnya sekarang dia pergi dan meninggalkan luka yang  cukup untuk membuat satu kota menangis serentak dengan merasakan luka yang sama. Tapi gue bersyukur, bahwasannya dengan dia pergi gue jadi tau seperti apa kualitas orang yang "tadinya" akan hidup sama gue.

Jika dalam keadaan sulit pas pacaran saja dia tidak bisa bertahan, bagaimana dengan perjalanan panjang nanti. I show my attitude when I have money, she did showed me her's attitude when I haven't any penny in my pocket. It's too obvious buat gue merelakan kepergian dia.

Tapi, namanya perpisahan selalu ada hal menyakitkan yang harus di hadapi karena ada kebiasaan yang harus kita biasakan lagi, banyak yang berubah ketika tidak sama dia, semua hal yang tadinya ada temennya, kamu harus melakukannya sendirian. Begitulah patah hati, Sebenarnya bukan rindu pada orangnya namun rindu pada momen-momennya.

Tapi sebenarnya, karena mungkin ini  pertama kalinya lagi gue patah hati, jadi terasa sakit. Yang membuat sakit adalah tidak tervalidasinya harapan-harapan yang pernah kita iyakan darinya. Bener gak? 

Misalnya dia pernah berjanji akan menmani kita dalam keadaan apapun, pada kenyataannya dia pergi dan apa yang kita iyakan, masuk ke dalam alam bawah sadar dan menjadi sesuatu yang tidak familiar. Begitulah Alloh mengajarkan untuk menjaga perkataan terutama janji. Karena begitulah ternyata efek sebuah janji.

Bagaimana rasanya patah hati? Biar gue jabarkan

Rasanya kosong, lalu terasa sakit sedikit, lalu melayang-layang saja.

Hal ini disebabkan karena banyak hal dalam pikiran kita yang menuntut sebuah validasi sehingga ketika validasi itu tidak ada, maka yang terjadi adalah perasaan kosong atau rasa sakit.

Misalnya "Apakah dia akan menemani kita sampai kapanpun?" Ternyata jawabannya adalah tidak, jawabannya adalah "Dia sudah pergi anjir" dan disitu otak mulai merangsang sebagai sebuah rasa sakit.

Jadi kalo di tanya bagaimana rasa sakit, ya begitulah. Tapi hal-hal ini tidak akan berlangsung lama, sebagaimana ikhlas bekerja, pengganti akan segera datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Intinya, patah hati itu gapapa. Patah hati itu banyak menjelaskan bagaimana dia. Percayalah, seburuk-buruknya patah hati, itu adalah baik untukmu.

Senin, 16 Januari 2023

She Left Me.

I can't believe that she left me, after everything I gave. I just feeling empty right now. Have nothing to do. And she left me at the moment I have no money left on my wallet, and she think what I gave isn't enough, besides I gave everything I had.

One thing I learn, I should loving someone that has done with their past. It really matters. I think when I'm with her, I can accompany her to facing her trauma of her ex, I refuse my ego, Still be good listener for everything her ex's story, never being mad of her, treat her like a queen, volume down my voice when I'm with her, gave everything I had and think about the future with her. But then she left me like a trash in the edge of 7th Avenue.

I made my own promises to me, we never know what will people will do to us, no matter how good you are, no matter how bad are you, but the important things is : You have to be enough to yourself.

Minggu, 18 Desember 2022

Hello, Old Friend.

Hei buddy, what's up? Sorry for ignoring you for many longtime. I just lil bit busy and have my own life for this years. It's a rough years for me, but I have someone that spend the years with. I just wanna say that she is special. There is a lot of things that we doing together. But then, at this day, she left me.

It was my fault. But she doesn't know how hard of being me but I survived. After she left me, I just have no one to talk. Unless you, my blog, Miss you sooo much buddy. To talk again, to write down upon you, it was the hobby I ever forget. I'm sorry buddy.

Alright, I wanna tell you the story tonight. The story about love, pantience, learn and grow.

I thought, Love is when you put her neeeds upon yours. No matter how sacrafice you are or anything. I did the wrong things, I need affirmations. Why? I tell you why, because I always forced of being perfect from my parents and my siblings. Perfect is a must for me. I quiet tired of following this game. I just wanna be me, enjoying my entire life with something I love. I did, but it's not that easy.

I have no home to protect my imperfections. To feel safe. To tell me that I am okay with not being perfect. I'm still have to be perfect, but there is something in me that hurt. Yes, my inner child. I put a lot expectations to my partner, but then, everything comes to an end. She decide to not with me again. She said "This is why she (someone before her) left you. Because she won't take a risk to being with a person like you (means I have complicated family)". And you know what buddy? It hurts me.

I just thinking, Am I at that worst? After We are together for one years, after I put all of my needs below hers. Am I that worst?. I'm trying to harmonize everything. I planned to make her get MaRS and mini copeer. I have a lot of plan for her, but then she just saw me at that perspective.

Alright, I know, I know, life so hard, things become messy, I always have no money, but I always take her first even before my family. I did something wrong, I don't bring cash today, and if she knows, it's not that easy. I'm trying to get any debt from my friend, they're refuse. My dad said will paid his debt, but then he just give me IDR 150k. The fuck. Why should I do when everything I'm already trying? What should I do?

It's hard to be me. But in the next, I learn, there's no women that have true love. Buddy, I just wanna say to my self "A man only loved at something that they're provides. There is no unconditionally love. Stop being fucking stupid. Get your ass off. Makes some money. And let it give more noise" 

You know, when I loved someone, I just loved them unconditionally. I don't care who they're. where they comes from, I don't care. I'm gonna fight for them. But in the end, they left me. They just want my laugh, but not my tears. 

I swear to my self, I'm gonna pay this. All of this. To being precious, to know my value, for anyone with me next.

Senin, 06 September 2021

Fucked Up

Ada sebuah fase dalam hidup yang bernama : Fucked Up. Kondisi dimana lo udah ga bisa ngapa-ngapain dalam kejatuhan lo. Udah males berjuang berjuang tai kucing. Rasanya kek cape banget, apa yang di tanam tidak tumbuh, seseorang yang di tunggu dari lama kini menjauh dan Tuhan terasa terlalu tinggi untuk digapai meskipun kening sudah banyak berdarah karena terlalu sering bersujud.

Titik Fucked Up ini adalah suatu tempat diantara baik dan buruk. Tidak ada kecenderungan ingin baik dan buruk. Hidup yang mereka nikmati, bagi orang-orang Fucked Up tidak ada rasanya. Seperti daun kering yang diombang-ambing oleh angin musim gugur yang menghantarnya ke musim dingin.

Tidak ada kebaikan yang bisa di berikan pada hidup di fase ini. Gue fucked up.

Dimulai dengan tidak adanya semangat untuk hidup. Gue ngerasa semuanya hambar namun seketika sangat menyakitkan juga. merasa bahwa harapan terlalu jauh untuk orang seperti gue saat ini, bahwa harapan hanya ada untuk orang-orang yang memiliki kekayaan super besar lalu mereka bilang "kita harus menikmati hidup!". Kontol lah.

Luka belum sembuh, gue semakin terpuruk. Tidak merasakan lagi gairah dari para pendakwah tentang kesabaran dan keikhlasan. Gue udah melewatinya sampai di titik nadir gue gatau harus ngapain.

Kini, hidup sebagaimana hidup yang konvensional. Bernafas, makan, bergerak dan bekerja. Selebihnya? Ya biarin aja. Karena pernah ada harapan yang di kecewakan. Do'a yang tidak menyentuh langit dan semesta yang kehilangan magisnya dalam menyembuhkan luka.

Sekarang gue lebih berhati-hati dengan apa yang disebut dengan harapan. Hal itu terlalu melukai. Terlalu beresiko untuk di ambil, pada kenyataannya, hidup tanpa harapan yang terlalu besar masih bisa di jalani. Tidak semenakutkan orang-orang yang bilang bahwa harapan itu harus selalu ada karena harapan adalah cahaya di kala gelap. Bacotmu indah sekali.

Tentang ketertinggalan. Memang hidup ini bukan lomba. Setiap orang punya tracknya masing-masing. Namun, dalam suatu kondisi kita perlu berlomba dengan orang lain karena meskipun Tuhan tidak menyukai gengsi, tapi manusia perlu harga diri yang diproteksi dengan gengsi.

Dulu gue menyangka hidup yang apa adanya dengan tujuan sendiri selalu memiliki nilai di mata orang-orang. Pada akhirnya, ketika gue ngelamar seorang wanita dengan percaya diri karena gue tau apa yang sedang gue jalankan, dia tidak melihat itu sebagai suatu nilai. Akhirnya kembali, pada konsep dasar manusia. Kita butuh uang untuk meyakinkan orang, dan omongan orang-orang tentang menjadi diri lo sendiri itu bullshit. Bisa gitu si anjing.

Gabisa anjir gabisa, hidup butuh gengsi agar harga diri kita tetap terjaga, jangan kemakan motivasi orang-orang gak pernah merasakan menderita. Mereka gak ngerti apa-apa tentang menjadi bukan siapa-siapa.


Sabtu, 10 Juli 2021

Lari ke Jogja

Ternyata kita tidak akan pernah bisa becanda dengan yang namanya patah hati. Patah hati memiliki ruang yang memang harus kita kosongkan agar hati yang hancur bisa kembali pulih atau lebih tepatnya sedikit lebih pulih.

Bandung membuat luka putus asa karena mencintai menjadi sedikit lebih lama, bagaimana tidak, setiap detil kota Bandung ada gue dan dia. Mungkin terdengar terlalu klise, tapi here's the thing, kita gaakan pernah bisa melepaskan apa-apa yang melekat bersama kenangan. Ga akan semudah itu.

Akhir bulan Juni, gue memutuskan untuk pergi ke jogja, bekerja disini dengan dalih "ingin belajar", padahal sebenernya tujuan utama gue adalah sembuh. Gue butuh ruangan baru untuk tetap bisa hidup dan melanjutkan mimpi apa lagi yang harus gue bangun pasca terluka. Karena gue sadar gue bukan orang kaya yang bisa mengambil jeda seenak gue untuk pergi ke bali atau eropa untuk self healing, gue harus terus bekerja sambil mengakali bagaimana cinta yang hancur ini tidak mengubah kehidupan gue yang semakin menakutkan ini.

Sekarang gue di Jogja. Awal ke jogja, gue harus beradaptasi dengan lingkungan orang jogja yang kerja terus dan mereka itu ulet. Beda dengan budaya orang sunda yang kalo misalkan bekerja mereka itu sangat-sangat mengandalkan sisi kreatifitas mereka. Kalo orang-orang disini sangat bisa bertahan dengan keadaan yang membosankan (dalam perspektif gue). Jujur sebenernya gue gabisa untuk hidup dengan jokes-jokes yang itu-itu aja, standar society asal haha aja, gabisa gue, tapi kita liat dulu aja ini arusnya gimana.

Gue paling suka dengan lingkungan kerja yang sekarang adalah mereka itu selalu ingin berkembang dengan metode kaizen yang mereka anut. Menutur gue meskipun tidak terlalu signifikan perubahannya, at least kita berubah setiap harinya dan itu menurut gue keren sih. Orang jawa itu ulet dan mandiri. Sebenernya agak berbeda dengan orang sunda yang terlalu banyak menggunakan otak kanan sebagai cara mereka bekerja sehingga warna yang gue liat disini sangat berbeda dengan warna yang gue liat ketika gue berada di sunda.

Tapi di balik itu semua, tujuan ke jogja adalah gue pengen sembuh. Gue gabisa hidup terus menerus dalam bayang-bayang kekecewaan terlebih karena gue udah punya niat yang baik namun tidak di acc sama Tuhan. Tapi yaudahlah, sehebat apapun kita protes, jawabannya akan selalu sama, God knows the best for me dan tidak akan ada ruang buat gue untuk membela diri dalam hubungan Tuhan dan Mahluk ini. Case closed.

Lalu kenapa harus jogja? Karena gue keterimanya disini. Andai aja waktu itu gue keterima di surabaya atau bali gue juga akan berangkat kesana tanpa ragu. Intinya gue butuh jarak yang cukup jauh dari bandung agar dia tidak selalu muncul dan membuat gue jatuh lagi jatuh lagi, well untuk bangkit terus kan butuh tenaga dan gue lumayan cape untuk bangkit dari jatuh yang paradox

Gue janji sama diri gue abis dari jogja cuma ada 2 kota yang akan gue tuju. Pertama Jakarta, gue pengen kerja di start up, e-commerce atau instansi pemerintah. Syukur-syukur gue bisa masuk circle nya Visinema atau Production House sehingga gue bisa menunjukan bakat lucu gue disana, lalu ya join sama artis ibukota di berbagai macam talkshow. Soalnya gue ngerasa kalo gue bisa ko provide jokes-jokes lucu dan deliver itu ke penonton, cuman ya kesempatannya aja memang harus di tunggu sambil gue mempersiapkan diri. Yang kedua, gue akan balik ke bandung dan memulai usaha sebagai digital marketing agency atau KOL management di Bandung. Tapi gue harus selesai dengan diri gue dulu. Itulah kenapa, gue di jogja. Gue mau sembuh dulu.

Eeeh malah kena covid sianying haha